Istiqamah untuk Kebaikan

Minggu, 21 Desember 2014 - 13:43 WIB
Istiqamah untuk Kebaikan
Istiqamah untuk Kebaikan
A A A
Selama lebih dari dua dasawarsa, Dewi menelusuri kampung demi kampung di pedalaman Badui untuk memberantas buta aksara. Meski terkendala adat Badui yang menganggap pendidikan masih tabu, Dewi tak kenal menyerah.

Untuk mewujudkan hasratnya berbagi ilmu kepada masyarakat Badui, Dewi berani memutuskan menikah dengan pria yang baru ia kenal selama tiga hari. “Untuk menghindari fitnah. Dengan menikah, saya juga lebih leluasa untuk berkeliling dan bisa langsung menetap di Badui. Bahkan, saat mendaftarkan menikah di KUA, saya tidak mengetahui nama calon suami,” kenang Dewi.

Dewi bertemu suaminya, Ahmad Hidayat, saat pertama kali menginjakkan kaki di tanah Badui. Ahmad Hidayat merupakan seorang dai di Cikakal Girang dan sudah menetap di sana selama enam bulan. “Beliau berangkat dari dai dan bersedia tinggal di daerah terpencil, berarti beliau seseorang yang luar biasa. Itu yang membuat saya yakin,” kata perempuan kelahiran Cianjur, 2 September 1972 ini.

Saat itu Dewi tidak mendapatkan honor sementara sang suami berpenghasilan Rp100.000 per bulan. Setelah 20 hari menikah, mereka kehabisan bahan makanan. Untuk membeli bahan pangan, jarak rumah ke kota cukup jauh. Satu-satunya bahan makanan yang tersedia adalah daun singkong. “Jadi, 10 hari selanjutnya kami makan daun singkong,” tutur Dewi.

Tak hanya 10 hari tersebut, harihari berikutnya pun pasangan ini lalui dengan makanan sederhana. Mereka memakan apa yang mereka tanam seperti buncis dan singkong. Baru pada 2006 Dewi mendapatkan honor mengajar di MI (setara SD) sebesar Rp400.000 dan MTs (setara SMP) Rp150.000 dari dana bantuan BOS.

“Bisa untuk biaya anak sekolah. Kalau untuk makan, ya seadanya saja dan perbanyak puasa,” imbuh Dewi. Dalam perjalanannya menjadi guru keliling, Dewi bersama seorang temannya pernah dikeroyok anjing hutan saat berkeliling untuk mengajar. Lolongan anjing hutan membuat anjing hutan lain berdatangan.

Dalam keadaan terdesak dan kepungan anjing hutan, Dewi menceburkan diri ke sungai guna menyelamatkan diri. Dalam benaknya, jika memang perjuangannya harus berhenti saat itu, ia ikhlas. Beruntung, ia diselamatkan oleh orang Badui.

“Selalu ada pertolongan Allah,” ucap Dewi. Menurut Dewi, kematian adalah rahasia. Ia pun telah mempersiapkan mental jika ditakdirkan meninggal saat berjuang di Badui. Segala kendala dan rintangan yang menghadang tak mengendurkan semangat ibu tiga anak ini untuk mencerdaskan anak bangsa. “Selalu istiqamah untuk kebaikan,” pungkasnya.

Ema malini
(bbg)
Berita Terkait
Penyelenggara Siapkan...
Penyelenggara Siapkan Kejutan di Launching Luwu Timur Inspiring
Apa Itu Stiff Person...
Apa Itu Stiff Person Syndrome, Penyakit Langka yang Diidap Celine Dion?
Joy Red Velvet Dalam...
Joy Red Velvet Dalam Pembicaraan Bintangi Drama Just One Person
Profil Alindra Person,...
Profil Alindra Person, Pasangan Terence Crawford yang Dihina Tyan Booth
Zelensky Dinobatkan...
Zelensky Dinobatkan Time sebagai Person of the Year 2022
Trump Dinobatkan sebagai...
Trump Dinobatkan sebagai Person of the Year versi Time
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved