Britania Raya Dukung RI Jadi Negara Maju di Asia
Sabtu, 20 Desember 2014 - 12:55 WIB
Britania Raya Dukung RI Jadi Negara Maju di Asia
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menjadi mitra penting Britania Raya dalam pengembangan ekonomi, bersamaan dengan China dan India.
Sejak menjalin kerja sama formal pada 1949, hubungan bilateral kedua negara terus meningkat. Indonesia menjadi pasar investasi menjanjikan bagi Britania Raya di berbagai bidang. Duta Besar (Dubes) Britania Raya untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan, Britania Raya mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi negara maju di Asia. Menurutnya, banyak perusahaan Britania Raya yang ingin mengkaji potensi yang ada di Indonesia.
“Mereka pasti ingin berinvestasi di Indonesia,” kata Malik di Jakarta kemarin. Menurutnya, selain potensi investasi yang menjanjikan, banyaknya jumlah penduduk Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri para pengusaha Britania Raya. “Selama tiga tahun, investasi Britania Raya di Indonesia stabil,” tutur Malik yang baru dua bulan menjabat sebagai dubes Britania Raya di Indonesia.
Namun, Malik belum mengetahui seberapa besar investasi yang akan ditanamkan perusahaan di Britania Raya tahun depan. Saat ini perusahaan besar Britania Raya yang sudah berinvestasi di Indonesia di antaranya di bidang minyak, ritel, perbankan, dan asuransi.
Dubes muslim pertama Britania Raya di Indonesia ini berharap, ke depan Eropa, terutama Britania Raya dan Indonesia, akan menyepakati perdagangan bebas sebagaimana yang sudah dilakukan seluruh anggota ASEAN.
Pada 2010, Indonesia mengekspor barang ke Britania Raya senilai 1,3 miliar poundsterling (sekitar Rp25 triliun) dan mengimpor barang senilai 438,9 juta poundsterling (sekitar Rp8,5 triliun).
Muh shamil
Sejak menjalin kerja sama formal pada 1949, hubungan bilateral kedua negara terus meningkat. Indonesia menjadi pasar investasi menjanjikan bagi Britania Raya di berbagai bidang. Duta Besar (Dubes) Britania Raya untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan, Britania Raya mendukung ambisi Indonesia untuk menjadi negara maju di Asia. Menurutnya, banyak perusahaan Britania Raya yang ingin mengkaji potensi yang ada di Indonesia.
“Mereka pasti ingin berinvestasi di Indonesia,” kata Malik di Jakarta kemarin. Menurutnya, selain potensi investasi yang menjanjikan, banyaknya jumlah penduduk Indonesia juga menjadi daya tarik tersendiri para pengusaha Britania Raya. “Selama tiga tahun, investasi Britania Raya di Indonesia stabil,” tutur Malik yang baru dua bulan menjabat sebagai dubes Britania Raya di Indonesia.
Namun, Malik belum mengetahui seberapa besar investasi yang akan ditanamkan perusahaan di Britania Raya tahun depan. Saat ini perusahaan besar Britania Raya yang sudah berinvestasi di Indonesia di antaranya di bidang minyak, ritel, perbankan, dan asuransi.
Dubes muslim pertama Britania Raya di Indonesia ini berharap, ke depan Eropa, terutama Britania Raya dan Indonesia, akan menyepakati perdagangan bebas sebagaimana yang sudah dilakukan seluruh anggota ASEAN.
Pada 2010, Indonesia mengekspor barang ke Britania Raya senilai 1,3 miliar poundsterling (sekitar Rp25 triliun) dan mengimpor barang senilai 438,9 juta poundsterling (sekitar Rp8,5 triliun).
Muh shamil
(ars)