Dua Produk Islah Terkait Konflik Golkar
Jum'at, 19 Desember 2014 - 16:14 WIB
Dua Produk Islah Terkait Konflik Golkar
A
A
A
JAKARTA - Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ada dua produk islah dalam Mahkamah Partai untuk menyelesaikan konflik internal Partai Golkar.
"Pertama sebaiknya Golkar melakukan munas (musyawarah nasional) bersama atau munas rekonsiliasi," ujar peneliti LSI Ardian Sopa saat jumpa pers di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2014).
Namun cara itu, kata dia, menurut publik membutuhkan waktu lama dan mahal.
"Kedua, islah dengan cara kesepakatan power sharing," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, publik berpendapat cara itu adalah cara yang murah dan cepat, namun dibutuhkan kerelaan kedua pihak untuk berbagi.
Sekadar diketahui, mayoritas publik yaitu sebesar 72,94 persen menginginkan elite Golkar Islah dan menyelesaikan permasalahan dualisme kepemimpinan melalui Mahkamah Partai.
Sementara hanya sebesar 17,65 persen responden yang menginginkan kedua belah pihak itu bertarung kembali di pengadilan, untuk menentukan kepengurusan mana yang sah. Responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab hanya 9,41 persen.
"Pertama sebaiknya Golkar melakukan munas (musyawarah nasional) bersama atau munas rekonsiliasi," ujar peneliti LSI Ardian Sopa saat jumpa pers di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2014).
Namun cara itu, kata dia, menurut publik membutuhkan waktu lama dan mahal.
"Kedua, islah dengan cara kesepakatan power sharing," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, publik berpendapat cara itu adalah cara yang murah dan cepat, namun dibutuhkan kerelaan kedua pihak untuk berbagi.
Sekadar diketahui, mayoritas publik yaitu sebesar 72,94 persen menginginkan elite Golkar Islah dan menyelesaikan permasalahan dualisme kepemimpinan melalui Mahkamah Partai.
Sementara hanya sebesar 17,65 persen responden yang menginginkan kedua belah pihak itu bertarung kembali di pengadilan, untuk menentukan kepengurusan mana yang sah. Responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab hanya 9,41 persen.
(maf)