Paraguay Sarankan RI Beralih Gunakan Energi Terbarukan

Kamis, 18 Desember 2014 - 10:59 WIB
Paraguay Sarankan RI...
Paraguay Sarankan RI Beralih Gunakan Energi Terbarukan
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki kandungan minyak, gas, dan batu bara yang cukup melimpah. Namun, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri, kebutuhan energi dalam negeri masih harus dipenuhi dari impor.

Hal ini karena sampai saat ini hampir 90% sumber energi di Indonesia masih bergantung pada energi konvensional yang terbatas dan akan habis pada masa tertentu. Duta Besar (Dubes) Paraguay untuk Indonesia H.E. Cesar Esteban Grillon mengimbau Pemerintah Indonesia untuk mengubah mindset penggunaan energi. ”Indonesia menggunakan sangat banyak energi konvensional.

Seharusnya sebaliknya, sebab Indonesia memiliki banyak air laut. Energi terbarukan lebih baik, cepat, dan lebih murah,” kata Grillon kepada KORAN SINDO di sela kuliah umum bertema ”Sustainability of Energy Resource in Indonesia” di Universitas Bhayangkara, Jakarta, kemarin.

Grillon menambahkan, Paraguay mampu melepaskan ketergantungan terhadap energi konvensional sejak membuka Dam Itaipu pada 1984. Damhydroelectric di Sungai Parana yang terletak antara Paraguay dan Brasil itu mampu membangkitkan energi sebesar 98,6 TWh pada 2013 dan menjadi hydroelectric terbesar di dunia.

”Energi terbarukan juga tidak menyebabkan polusi karena ramah lingkungan. Kami 100% menggunakan energi terbarukan. Kami tidak perlu mengimpor minyak lagi. Kami mampu menghasilkan banyak energi sehingga kami juga melakukan ekspor yang besar kepada Brasil dan Argentina,” ujarnya. Indonesia, kata Esteban, layaknya surga karena memiliki banyak sumber daya alam (SDA).

”Indonesia juga berpotensi memiliki dam terbesar di Asia,” katanya. Biaya yang diperlukan untuk memasang tidal di laut sekitar USD2,5-3 juta, sedangkan hydroelectric sekitar USD2 juta per satu megawatt. ”Meskipun tidal lebih mahal, biaya kembali juga lebih cepat,” pungkasnya.

Wakil Ketua I DPP LVRI Mayjen TNI (Purn) Sukotjo Tjokroatmodjo dalam kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia perlu memanfaatkan SDA secara maksimal. Menurutnya, SDA di Indonesia justru sering diperebutkan asing, baik secara langsung ataupun terselubung. “Karena itu, kita juga harus menjaga SDA dari kepemilikan asing,” katanya.

Berdasarkan data perusahaan listrik negara (PLN), konsumsi energi Indonesia cukup besar. PLN memperkirakan rata-rata pertumbuhan listrik di Indonesia untuk periode 2011–2020 ialah 8,46% per tahun. Kenaikan paling tinggi terjadi di wilayah Indonesia Timur (10,8%) dan Barat (10,2%). Sementara, kebutuhan listrik di Jawa-Bali diperkirakan hanya akan tumbuh 7,8% per tahun.

Muh shamil
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved