Interogasi Brutal CIA Diketahui Presiden Bush

Jum'at, 12 Desember 2014 - 10:06 WIB
Interogasi Brutal CIA...
Interogasi Brutal CIA Diketahui Presiden Bush
A A A
WASHINGTON - Mantan Presiden George W Bush disinyalir mengetahui teknik interogasi Badan Intelijen Amerika Serikat (AS), CIA, yang dinilai tidak berperikemanusiaan.

Tuduhan itu diungkapkan mantan Wakil Presiden Dick Cheney kemarin. ”George W Bush mengetahui semua apa yang dia perlu ketahui tentang program (penyiksaan),” kata Cheney dalam wawancara khusus dengan Fox News . ”Presiden Bush mengetahui segala sesuatu yang perlu dia ketahui dan ingin ketahui tentang interogasi CIA,” tandasnya. Cheney juga mengungkapkan bahwa Bush mengetahui hingga soal teknik interogasi.

”Tidak ada upaya dari saya untuk menjauhkan informasi itu dari dia (Bush),” ungkapnya. Kendati demikian, menurut mantan politikus Partai Republik itu, Komite Intelijen Senat ingin mencoba mengungkapkan bagaimana CIA melaksanakan operasi interogasi yang berdasarkan kekerasan. ”Tapi, kita tidak mengatakan Presiden George W Bush tidak diberi tahu tentang (interogasi). Itu kebohongan,” tutur Cheney. Dia menuding laporan penyiksaan CIA itu ”penuh dengan sampah”.

”Laporan Senat itu memiliki banyak kecacatan,” tudingnya. Namun, Cheney tetap menganggap program interogasi itu mampu menyelamatkan banyak warga AS. Baginya, CIA layak mendapatkan penghargaan, bukan kecaman. ”CIA melakukan aksi intelijen yang menjadikan negara kita selamat dari serangan lanjutan (Al- Qaeda),” tuturnya. Pernyataan Cheney itu didukung para pejabat CIA yang mengklaim bahwa George W Bush mengetahui secara penuh tentang kebrutalan penyiksaan itu.

Seorang pejabat CIA yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, program penyiksaan CIA itu program presiden yang berkuasa. Para pejabat CIA itu juga mengungkapkan bahwa Presiden Bush menyetujui program interogasi dengan penyiksaan terhadap 119 tersangka Al- Qaeda.

”Gedung Putih (Presiden Bush) memerintahkan dan mengoordinasikan program itu,” katanya kepada The Times, media ternama Inggris. Selasa (9/12) lalu Bush menentang perilisan laporan penyiksaan intelijen oleh CIA. Dia juga tetap membela CIA. ”Kita sangat beruntung memiliki pria dan wanita yang bekerja keras di CIA,” katanya kepada CNN .

Dunia Kecam CIA

Presiden Afghanistan Asraf Ghani mengungkapkan, program penyiksaan tahanan yang diduga dilakukan CIA melanggar semua norma hak asasi manusia (HAM) di dunia. Bagi dia, laporan penyiksaan itu sungguh mengejutkan. ”Tidak ada pembenaran atas tindakan dan penyiksaan manusia di dunia ini,” katanya.

Dia berjanji akan menginvestigasi berapa banyak warga Afghanistan yang mengalami penyiksaan CIA. Jerman sebagai salah satu sekutu AS juga mendesak mengungkap kasus ini. Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengkritik tindakan CIA melakukan penyiksaan yang dianggap sebagai kesalahan serius dalam memerangi terorisme. Tetapi, dia memuji Obama yang berani merilis informasi penyiksaan itu.

Andika hendra m
(bbg)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Hakim Sebut Andrie Yunus...
Hakim Sebut Andrie Yunus Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Pernah Hadiri Sidang
Geledah Ruangan Silmy...
Geledah Ruangan Silmy Karim, KPK Sita Uang Puluhan Juta
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved