Inkonsistensi Demokrat Pemicu Polemik Perppu

Minggu, 07 Desember 2014 - 10:54 WIB
Inkonsistensi Demokrat...
Inkonsistensi Demokrat Pemicu Polemik Perppu
A A A
JAKARTA - Sikap Partai Demokrat yang tidak konsisten dinilai menjadi penyebab utama munculnya kisruh mengenai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (Perppu Pilkada).

Pengamat politik dari Populi Center Nico Harjanto mengatakan, jika saja Demokrat konsisten sejak awal dan tidak melakukan walk out saat pembahasan Undang-Undang Pilkada di DPR, tidak perlu ada perppu dan tidak akan ada polemik seperti saat ini.

Menurutnya, sebelum Perppu Pilkada diterbitkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada saat rapat paripurna DPR membahas UU Pilkada, Demokrat berkesempatan menjadi penentu apakah mekanisme pemilihan kepala daerah akan tetap langsung atau melalui DPRD.

“Inkonsistensi Demokrat untuk mengembalikan pemilihan langsung kepada rakyat membuat situasi politik saat ini kembali memanas. Masalah yang dihadapi Demokrat adalah kelanjutan sikap politik mereka yang inkonsisten itu,” ujar Nico pada sebuah diskusi politik di Jakarta kemarin.

Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, kendati mantan Presiden SBY yang juga ketua umum Partai Demokrat memprotes Partai Golkar karena mengingkari komitmen untuk mendukung perppu, dia menduga SBY akan tetap berada di Koalisi Merah Putih (KMP).

“Saya lebih yakin Pak SBY enggak akan keluar dari KMP, SBY enggak mungkin sendiri. Demokrat pasti akan mencari solusi, entah menerima perppu atau menolaknya, tetapi dengan cara yang sama-sama menguntungkan,” ujar Ray pada acara yang sama.

Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi menegaskan, pihaknya akan berjuang habis-habisan untuk meloloskan perppu pilkada di DPR. “Perppu ini harga mati. Kita akan berjuang total. Saya khawatir bila perppu pilkada tidak langsung gol maka pilpres juga nanti bisa tidak langsung,” ujarnya.

Sucipto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved