Jokowi Diminta Tuntaskan Kasus Penyiksaan Oleh Aparat

Sabtu, 06 Desember 2014 - 15:41 WIB
Jokowi Diminta Tuntaskan...
Jokowi Diminta Tuntaskan Kasus Penyiksaan Oleh Aparat
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) khususnya terhadap praktik-praktik penyiksaan.

Selama empat tahun terakhir, KontraS telah mendokumentasikan peristiwa praktik-praktik penyiksaan di Indonesia yang dilakukan oleh aparat negara seperti anggota Polri, TNI, maupun petugas Lapas.

Wakil Koordinator KontraS Yati Andriyani mengatakan, minimnya kemampuan aparat penyidik dalam mengejar fakta atau pengakuan dari pihak ketiga serta kultur arogansi aparat, menjadi alasan utama mengapa penyiksaan masih menjadi metode ampuh untuk diterapkan.

"Dalam empat tahun terakhir, pantauan KontraS menunjukkan angka penyiksaan oleh Polri, TNI dan petugas Lapas terus meningkat. Dalam kurun 2013-2014 saja ada 108 peristiwa," kata Yati dalam konferensi pers di Kantor KontraS, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2014).

Menurut Yati, ada beberapa motif utama yang digunakan aparat keamanan dalam melakukan penyiksaan. Pertama, untuk meminta pengakuan dari para saksi yang tersangkut sebuah tindak pidana tertentu.

"Biasanya disertai pemerasan dan tindakan-tindakan di luar batas yang tak seharusnya terjadi," kata dia.

Kedua, terhadap orang yang diduga memiliki hubungan dengan kelompok separatis, pro merdeka dan tersangka kriminal. "Dengan embel-embel di atas, aparat hukum biasanya menyiksa para korbannya," kata Yati.

Dalam momentum jelang Hari HAM Internasional pada 10 Desember mendatang, Yati bersama sembilan orang korban penyiksaan yang diantaranya berasal dari Padang Sumatera Barat, Kudus Jawa Tengah, Maluku, Sulawesi Tenggara, NTT, dan Papua mendesak Jokowi untuk menindak tegas para oknum pelaku penyiksaan.

"Semoga pemerintah tak hanya menjadikan Hari HAM Internasional sebagai peringatan seremonial saja," tandas Yati.
(kri)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved