Keliling Eropa Menggalang Dukungan

Jum'at, 05 Desember 2014 - 09:35 WIB
Keliling Eropa Menggalang...
Keliling Eropa Menggalang Dukungan
A A A
KABUL - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melakukan lawatan ke berbagai negara Eropa dan Asia untuk mendiskusikan rancangan perdamaian dan menghidupkan kembali perekonomian Afghanistan.

Salah satu agenda yang akan dilakukan Ghani adalah mengunjungi markas Aliansi Atlantik Utara (NATO) di Brussels, Belgia dan menghadiri konferensi donor di London, I n g g r i s . Kunjungan dilakukan setelah Afghanistan menghadapi banyak tantangan serius, antara lain rapuhnya perekonomian negara, menurunnya dana bantuan, serta pemberontakan ekstremis Islam Taliban yang tak kunjung berakhir.

Ghani berharap kunjungannya dapat memupus keraguan negara anggota NATO dan Amerika S e r i - kat (AS) terhadap Afghanistan sehingga mereka kembali bersedia mengucurkan bantuan besar. “Kami akan berbicara tentang keyakinan masa depan sehingga tidak ada lagi kecurigaan antara NATO, AS, dan Afganistan,” jelas Ghani dilansir Channelnewsasia.

Ghani ingin meyakinkan NATO dan AS bahwa dirinya adalah pemimpin yang dapat membawa Afghanistan keluar dari konflik. Namun, usaha tersebut tampaknya akan sulit terwujud mengingat Taliban enggan bekerja sama dengan Afghanistan untuk melakukan perdamaian. Ghani pun mengakui bahwa Taliban adalah pihak yang paling bertanggung jawab menenggelamkan perekonomian Afghanistan.

Alumnus Columbia University ini berpendapat hanya perubahan ekonomilah yang bisa kembali membuat Afghanistan stabil. Sejak turun di kancah politik Afghanistan, Ghani memang konsen pada bidang ekonomi. Sosok yang pernah bekerja di Bank Dunia ini bermimpi dapat membangun negara rusak seperti Afghanistan menjadi negeri yang kuat secara ekonomi dan politik.

Hal ini tak terlepas dari pengalamannya selama di Bank Dunia yang kerap berurusan dengan berbagai proyek di Asia Timur dan Asia Selatan. Selama bekerja dengan Bank Dunia, Ghani melihat bahwa kemajuan sebuah negara terletak pada pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Ayah dua anak ini menginginkan Afghanistan melakukan hal yang sama.

Rini agustina
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved