Indeks Tenaga kerja Rendah

Kamis, 04 Desember 2014 - 12:55 WIB
Indeks Tenaga kerja...
Indeks Tenaga kerja Rendah
A A A
JAKARTA - Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Nasional pada 2014 masih masuk kategori menengah rendah.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan, dinilai rendah karena indeks ketenagakerjaan secara nasional masih berada di posisi 55,50. Dari 34 provinsi, baru satu provinsi yang masuk kategori menengah atas, sedangkan 26 provinsi masuk kategori menengah bawah dan enam provinsi masuk kategori rendah.

Sementara satu provinsi lain, yakni Kalimantan Utara, belum bisa diukur keberhasilan pembangunan ketenagakerjaannya. “Indeks secara nasional masih di kategori menengah rendah. Indeks diukur dari sembilan indikator utama,” tandas Hanif di Kantor Kemenaker, Jakarta, kemarin.

Hanif menerangkan, dari kesembilan indikator tersebut, ada beberapa indikator yang indeksnya relatif rendah, seperti pelatihan dan kompetensi kerja, produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi, dan lingkungan kerja. Dengan rendahnya indeks ini, ujarnya, ada banyak pekerjaan yang mesti diberesi dan perlu perhatian serius. Karena itu, dia meminta para pimpinan unit teknis di kementerian mendukung provinsi yang indeksnya rendah.

Para pemangku kepentingan di daerah juga diminta lebih memprioritaskan indikator yang rendah. Dengan demikian, ujar mantan sekjen DPP PKB ini, pembangunan ketenagakerjaan ke depan bisa sejalan seirama di seluruh bidang dan daerah. Menaker juga meminta agar seluruh stakeholder meningkatkan daya saing tenaga kerja dengan melakukan pelatihan berbasis kompetensi.

Daya saing juga bisa ditingkatkan dengan sertifikasi kompetensi kepada para tenaga kerja dan pencari kerja. Selain itu, indeks juga bisa ditingkatkan dengan melaksanakan penempatan kerja dan memfasilitasi kemudahan pencari kerja dengan bursa kerja. Sementara itu, Kemendikbud juga berupaya menyelaraskan pendidikan dengan dunia kerja.

Mendikbud Anies Baswedan mengatakan bahwa beberapa tahapan kegiatan penyelarasan telah dilakukan, antara lain pelaksanaan pilot project penyelarasan terminologi dan level melalui sosialisasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan penyiapan implementasinya.

Selain itu, identifikasi program penyelarasan di lintas kementerian juga dilakukan untuk sinkronisasi program, pemetaan sisi pasokan dan permintaan, perancangan model dan pengukuran keselarasan pendidikan dengan dunia kerja.

Neneng zubaidah
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Don Ritto Pakai Rompi...
Don Ritto Pakai Rompi Pink, Resmi Jadi Tahanan Kejaksaan Agung
Polda Metro: Penetapan...
Polda Metro: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dapat Dipertanggungjawabkan Secara Hukum
Febrie Adriansyah Bakal...
Febrie Adriansyah Bakal Ditahan usai Diperiksa Kejagung?
Kasus Korupsi Febrie...
Kasus Korupsi Febrie Adriansyah dan Don Ritto Kini Sepenuhnya Kewenangan Jaksa
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved