Pendidikan Taruna TNI-Polri Disatukan Lagi

Rabu, 03 Desember 2014 - 12:50 WIB
Pendidikan Taruna TNI-Polri...
Pendidikan Taruna TNI-Polri Disatukan Lagi
A A A
JAKARTA - Penyelenggaraan pendidikan dasar taruna/taruni Akademi TNI dengan Akademi Kepolisian (Akpol) akan disatukan kembali mulai tahun depan.

Kebijakan tersebut untuk menguatkan pemahaman, koordinasi, dan komunikasi saat para calon perwira itu mulai berdinas. Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengungkapkan, dia sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Pol Sutarman terkait upaya membangun emosi bersama agar semakin kuat di kalangan anggota TNI dan Polri.

“Pendidikan dasar kemiliteran titik beratnya bukan pendidikan kemiliteran. Salah orang yang berpikir seperti itu,” ujar dia seusai serah terima jabatan Danjen Akademi TNI dari Marsda TNI Bambang Samudro kepada Mayjen TNI Harry Purdianto di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Jakarta kemarin.

Pendidikan dasar tersebut, kata Panglima TNI, tujuan dasarnya adalah membangun karakter yang kuat, disiplin, tanggung jawab, serta semangat juang yang tinggi. “Harapan kita ada pemahaman yang semakin kuat, ada koordinasi yang semakin baik di lapangan, komunikasi yang semakin intens,” urai Moeldoko.

Terkait rencana penyatuan pelaksanaan pendidikan dasar ini, Panglima TNI juga sudah menyampaikan pesan khusus kepada Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Mayjen TNI Harry Purdianto. Panglima TNI mengharapkan, Danjen Akademi TNI dapat memahami dan melakukan integrative culture . Moeldoko menandaskan, pemahaman integrative culture sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan dasar candradimuka dan/atau pendidikan taruna tingkat satu gabungan TNI-Polri.

Ini dalam rangka membangun kesamaan karakter dan kesamaan persepsi terhadap keamanan dan pertahanan negara. Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Sutarman menyatakan, penyatuan pendidikan dasar taruna ini sudah lama direncanakan. Salah satu tujuannya adalah menghilangkan ego sektoral sekolah kedinasan. Dalam jenjang kependidikan dasar di Akmil atau Akpol terdapat beberapa kesamaan kurikulum.

Berdasar pada kesamaan itulah, menurut Kapolri dan Panglima TNI, merasa tepat untuk digabungkan.

“Ada beberapa kurikulum yang sama, melakukan pendidikan karakter bangsa. Saya kira kita satukan sehingga ada hubungan emosional antara teman-teman TNI dan Polri,” ungkap Sutarman di MabesPolri, Jakarta, Jumat(28/11). Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini menyatakan, penggabungan itu tidak mengurangi dan menambah kurikulum.

“Itu masih dalam perumusan untuk beberapa waktu ke depan yang ada kaitannya dengan kurikulum yang sama,” paparnya.

Fefy dwi haryanto/ Alfian faisal
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved