Pemerintah Tanggapi Kritikan Pendiri OPM

Selasa, 02 Desember 2014 - 15:04 WIB
Pemerintah Tanggapi...
Pemerintah Tanggapi Kritikan Pendiri OPM
A A A
JAKARTA - Kritikan dari Pendiri organisasi separatis Free West Papua atau Organisasi Papua Merdeka (OPM), Benny Wenda, ditanggapi santai oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Djohermansyah Djohan.

Benny Wenda, mengaku tidak percaya pemerintahan baru pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mampu membawa perubahan di Papua.

"Komitmen pemerintahan baru tentu dia (Benny Wenda) harus melihat dengan mata hati yang jernih," ujar Djohermansyah Djohan menanggapi, kepada Sindonews melalui sambungan telepon, Selasa (2/12/2014).

Djohermansyah menuturkan, pemerintahan baru pimpinan Presiden Jokowi tentu memiliki sejumlah kebijakan yang baru juga untuk Papua.

"Gubernur Papua Lucas Enembe kan sudah laporkan ke pak Jokowi di Istana Bogor dalam rapat koordinasi belum lama ini, salah satu hal utamanya bagaimana memperbaiki otonomi khusus di Papua," ucapnya.

"Ini yang dimintakan oleh Gubernur Lucas Enembe, Presiden pun meresponsnya, pemerintah punya komitmen agar Papua lebih berhasil daripada sebelumnya," ungkapnya.

Berbagai rencana pemerintah untuk Papua, lanjut dia, adalah mensejahterakan rakyat Papua, mengelola dana otonomis khusus agar sampai langsung ke masyarakat, atau meningkatkan indeks kesejahteraan.

"Jadi saya kira itu jawaban untuk kritikn dari pihak Papua merdeka, jadi sangat diupayakan pemerintah untuk Papua, respon pemerintah sudah cukup," imbuhnya.

Sekadar diketahui, pendiri organisasi separatis Free West Papua, Benny Wenda, mengaku tidak percaya pemerintahan baru pimpinan Presiden Joko Widodo akan mampu membawa perubahan di Papua.

Ini dikatakannya meskipun Presiden Jokowi menegaskan komitmen pemerintah untuk lebih memajukan provinsi di bagian timur itu.

"Saya melihat dari presiden ke presiden tidak pernah membawa perubahan. Saya hanya mungkin bisa mengatakan presiden yang dulu seperti Gus Dur, itu mungkin orang yang moderat," kata Benny Wenda di Oxford, Inggris, yang menjadi markasnya selama sekitar 12 tahun terakhir.

"Tetapi yang lain saya tidak percaya. Mungkin Habibie karena Habibie bisa memberikan kelonggaran sedikit untuk rakyat Timor Leste. Tapi sekarang Presiden Joko Widodo, saya pikir itu janji belaka." pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Situasi Konflik di Tanah...
Situasi Konflik di Tanah Papua Belum Ada Tanda-tanda Berakhir
Tiga Anggota OPM Kelompok...
Tiga Anggota OPM Kelompok Lekagak Telenggen Serahkan Diri
Ketua KNPB Wilayah Maybrat...
Ketua KNPB Wilayah Maybrat Papua Barat Dibekuk, Polisi: Lakukan Pembunuhan Keji 2 Warga
1 Desember Diperingati...
1 Desember Diperingati Hari Kemerdekaan, Ini Respons Warga Papua
Teroris KKB Papua Bakar...
Teroris KKB Papua Bakar Gedung SD, Rumah Guru dan Puskesmas
TPNPB-OPM Benarkan Salah...
TPNPB-OPM Benarkan Salah Satu Pimpinan Sayap Militer Mereka Tewas
Berita Terkini
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Infografis
Aguan Sugianto, Pengusaha...
Aguan Sugianto, Pengusaha Sukses Pendiri Agung Sedayu Group
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved