Reshuffle Perlu Dipertimbangkan

Selasa, 02 Desember 2014 - 13:33 WIB
Reshuffle Perlu Dipertimbangkan
Reshuffle Perlu Dipertimbangkan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan melakukan reshuffle kabinet setelah pemerintahannya berjalan 3 hingga 6 bulan.

Hal itu dinilai penting untuk mengevaluasi menteri yang tidak mampu memberikan kontribusi maksimal pada jalannya pemerintahan. Usulan itu antara lain diungkapkan Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra Fadli Zon dan Sekretaris Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti Fahmi Habsyi. Dalam pandangan Fahmi Habsyi, dengan jalan merombak kabinetnya, Presiden Jokowi bisa menyelamatkan pemerintahannya.

“Ada beberapa menteri yang tidak mampu bekerja dan semakin memperburuk komunikasi politik Jokowi-JK,” kata Fahmi di Jakarta kemarin. Dia mengatakan, sejak awal Pusat Kajian Trisakti menempatkan diri sebagai mitra strategis kritis kabinet Jokowi-JK dan berkewajiban menyelamatkan pemerintahan Jokowi-JK, bukan mengamankan jabatan menteri- menterinya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan masa ketiban pulung sudah habis. “Saran Fadli Zon dapat dipertimbangkan ketika kita lihat beberapa menteri yang tidak mampu bekerja. Tapi saya tidak ekstrem mengusulkan 3 bulan, beri waktu4-6bulan,” kataFahmi.

Sebelumnya Wakil Ketua DPR Fadli Zon menganggap banyak menteri yang tidak sesuai dengan bidangnya. Jokowi menurut dia harus memilah menteri- menteri yang jalan dan yang tidak jalan, mana yang pencitraan, mana yang benarbenar kerja, dan mana asal ngomong. Fadli pun menyarankan agar Jokowi mulai mengevaluasinya dan mempersiapkan perombakan kabinet dalam waktu 3 hingga 6 bulan.

“Kalau perlu ditinjau lagi, jika memang tidak perform 3 sampai 6 bulan diganti saja,” ujarnya di Jakarta pada akhir pekan lalu. Ketua DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan, usulan perombakan menteri itu terlalu sumir karena menilai kinerja menteri dalam satu bulan pemerintahan merupakan hal yang sangat tidak objektif. “Menteri itu kan perlu pemetaan sehingga mungkin kerjanya memang belum terlalu terlihat. Belum saatnya penilaian diberikan,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, semua pihak seharusnya memberi waktu kepada Kabinet Kerja yang dibentuk Jokowi-Jusuf Kalla (JK) untuk membuktikan kinerjanya. “Ini kok belum kerja langsung minta dievaluasi, itu pendapat yang terlalu subjektif,” tandasnya.

Dian ramdhani/ant
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved