Paus Tolak Penyamaan Islam dan Kekerasan

Selasa, 02 Desember 2014 - 11:27 WIB
Paus Tolak Penyamaan...
Paus Tolak Penyamaan Islam dan Kekerasan
A A A
ISTANBUL - Paus Fransiskus mengungkapkan, penyamaan antara Islam dan kekerasan merupakan kesalahan besar.

Pemimpin 1,2 miliar umat Katolik itu juga mengajak para pemimpin muslim mengeluarkan isu pengutukan global terhadap terorisme untuk menghilangkan steoritipe itu. “Sangat salah ketika seorang bereaksi terhadap terorisme mereka marah terhadap Islam,” tutur Paus Fransiskus pada Minggu (30/11) saat berada di dalam pesawat setelah kembali dari lawatannya ke Turki.

“Anda tidak dapat berkata seperti itu. Sama halnya bahwa Anda tidak dapat mengatakan semua orang Kristen adalah fundamentalis. Kita sama-sama memiliki (fundamentalis). Semua agama memiliki kelompok- kelompok (fundamentalis) kecil itu,” imbuhnya. Menurut Paus, umat muslim tidak bisa digambarkan sebagai kelompok fundamentalis. Alquran yangmerupakanpeganganumat muslim adalah kitab yang sangat menjunjung tinggi perdamaian.

Selama kunjungan di Turki, Paus bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat (28/11). Paus mengungkapkan perlu kecaman global atas terorisme oleh para pemimpin muslim. “Saya mengatakan kepada Presiden (Turki) bahwa akan indah jika semua pemimpin Islam, baik pemimpin politik, agama, maupun akademis, berbicara jelas dan mengecam ini karena itu akan membantu mayo r i t a s muslim,” sarannya.

Paus lebih banyak mengecam pemberontak Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam kunjungan tiga hari di Turki. Sebelumnya dalam pernyataan bersama Paus Fransiskus dengan pemimpin Gereja Ortodok Ecumenical Patriarch Bartholomew I dia meminta dunia memberikan bantuan terhadap korban ISIS.

“Semua korban kekerasan di Timur Tengah membutuhkan respons komunitas internasional,” demikian keterangan bersama keduanya, dikutip AFP. Dia mengatakan, atas dasar semangat kesetaraan dan persaudaraan, Islam dan Kristen perlu bekerja sama untuk keadilan, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak setiap orang.

Andika hendra m
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved