Presidium Sebuah Kudeta Inkonstitusional

Senin, 01 Desember 2014 - 02:44 WIB
Presidium Sebuah Kudeta...
Presidium Sebuah Kudeta Inkonstitusional
A A A
MANGUPURA - Pembentukan presidium penyelamat partai yang dilakukan secara sepihak oleh sejumlah kader Partai Golkar dinilai sebagai sebuah kudeta yang inkonstitusional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) saat membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (30/11/2014) malam.

"Imbauan kepada kader-kader kita yang mengambil langkah sepihak yang disebut presidium partai. Cara yang mereka adalah sebuah kudeta yang inkonstitusional, tidak ada tata aturan. Apalagi dilakukan dengan cara-cara intimidasi dan premanisme," ujarnya.

Menurut Ical, dirinya tidak mungkin memenuhi permintaan yang diinginkan oleh Agung Laksono dan Priyo Budi Santoso karena berbeda dengan hasil rapimnas. Padahal, dalam rapimnas di Yogyakarta mereka juga ikut hadir dan telah menyampaikan pendapatnya. Namun, ketika hasil putusan ditetapkan tidak ada satupun dari mereka yang melakukan protes.

"Agung, Priyo, mereka meminta sesuatu yang tidak mungkin saya berikan. Meskipun saya ingin Munas 2015. Tapi saya harus patuh pada hasil rapimnas. Keputusan rapimnas di atas rapat pleno. Kalau saya ikuti, saya tidak punya otoritas, lalu kalau saya ikuti maka saya akan jadi pemimpin otoriter. Ini bukan putusan orang per orang, tapi organisasi," jelasnya.

Mantan Menko Kesra ini mengapresiasi sikap caketum MS Hidayat dan Airlangga Hartarto yang tidak ikut-ikutan terlibat dalam cara-cara inkonstitusional. Begitu juga dengan Ketua Dewan Pertimbangan Akbar Tandjung dan Ketua Mahkamah Partai Muladi yang dengan tegas menyatakan mendukung presidium adalah langkah inkonstitusional.

"Saya mengimbau dan mengajak kepada semua kader Golkar, hentikanlah pertentangan yang tidak perlu, mari saling memafkan, mengulurkan tangan dan berjuang bersama. Bersatu kita teguh dan bercerai kita runtuh, akan kehilangan arah," ucapnya.

Di usia Partai Golkar yang ke-50 tahun, Ical mengajak kepada semua peserta untuk membuktikan bahwa kader golkar bisa menjadi contoh dan membangun party of ideas, bukan dengan cara-cara kekerasan. Ical juga mengajak agar kadernya solid dan tidak bisa dipecah-pecah oleh siapa pun.
(zik)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Infografis
25.000 Tentara Bayaran...
25.000 Tentara Bayaran Wagner Bergerak untuk Kudeta Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved