Pemahaman Konstitusi Perlu Ditanamkan sejak Dini

Minggu, 30 November 2014 - 11:04 WIB
Pemahaman Konstitusi...
Pemahaman Konstitusi Perlu Ditanamkan sejak Dini
A A A
JAKARTA - Kesadaran dan pengetahuan akan konstitusi harus ditanamkan sejak usia dini. Semua pihak, termasuk kalangan pendidikan, memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai konstitusi dan Pancasila tersebut kepada generasi penerus sejak usia sekolah.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengatakan, MK memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun pemahaman dan kesadaran berkonstitusi kepada warga negara Indonesia. Selama ini, kata dia, MK masih dipahami sebatas lembaga peradilan yang bertugas mengadili dan memutuskan perkara hukum.

Menyadari MK tidak bisa memberikan pemahaman tersebut secara langsung, lembaga penegak konstitusi ini akhirnya menjalin kerja sama dengan lembaga lain yang berkaitan dengan pendidikan seperti Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Kami ingin bersinergi mentransformasikan nilai-nilai konstitusi kepada masyarakat, terutama siswa,” katanya dalam acara Anugerah Konstitusi dan Pendidikan Hak Konstitusional Warga Negara bagi Guru PKN Tingkat Nasional di Gedung Graha Konstitusi, Jalan Puncak Cisarua, Bogor, kemarin.

Dalam persoalan guru, MK memberikan perhatian serius karena tenaga pendidik tersebut dinilai berperan mengenalkan dan memberikan pendidikan awal bagi generasi untuk memahami konstitusi. ”Pendidikan konstitusi dan nasionalisme mesti ditingkatkan di tengah serangan nilai-nilai yang menggerus karakter bangsa. Orang kini lebih bangga menggunakan nilai luar,” ujar dia.

Mengenai kerja sama MK dengan Kemenag, Hamdan memandang pentingnya penanaman pengetahuan konstitusi dan Pancasila terhadap umat beragama demi keutuhan NKRI. Lebih khusus di lembaga pendidikan Islam dan pesantren, penanaman nilai-nilai pengetahuan konstitusi dan Pancasila ini dinilai sangat penting.

”Bisa jadi radikalisasi keagamaan terjadi lantaran kurangnya pemahaman dan penghayatan terhadap konstitusi,” tandas Hamdan. Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefudin dalam sambutannya mengatakan, pendidikan konstitusi bagi siswa penting dan itu diawali dengan pematangan pengetahuan guru akan konstitusi, terutama guru pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN).

Peran guru kata Menag penting karena mereka yang mengawal proses regenerasi bangsa. Di samping mentransformasikan pengetahuan, guru juga berperan besar membentuk watak siswa semenjak belia. ”Guru berhadapan langsung dengan siswa setiap hari dalam proses transformasi pengetahuan dan pembentukan karakter tersebut,” ujarnya.

Khoirul Muzakki
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Daftar Jenderal Israel...
Daftar Jenderal Israel yang Tewas sejak Perang Meletus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved