Adik Kim Jong-un Siap Jadi Pemimpin
Jum'at, 28 November 2014 - 10:37 WIB
Adik Kim Jong-un Siap Jadi Pemimpin
A
A
A
PYONGYANG - Kim Yo-jong, adik Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, akan menjadi orang terpenting kedua di Korut setelah ia masuk dalam kandidat wakil Direktur Departemen Komite Central Partai Pekerja.
Media resmi Korut, KCNA, menyebutkan, Yo-jong masuk dalam daftar karena dianggap memiliki potensi menjadi pemimpin muda. Perempuan berusia 27 tahun ini pertama kali muncul secara terbuka di depan publik saat pemakaman ayahnya sekaligus penguasa lama Korut, Kim Jong-il, pada 2011.
Sebelumnya dia diketahui terlihat dalam sebuah sesi foto bersama pada Konferensi III Partai Pekerja, 2010. Saat itu dia terlihat berdiri di samping sekretaris pribadi ayahnya. Namun, memang publisitas lebih banyak diberikan kepada perempuan kelahiran Pyongyang itu menghadiri prosesi pemakaman sang ayah.
Sejak saat itu Yo-jong sering terlihat menemani kakaknya dalam setiap peristiwa partai politik. Ini diyakini sebagai upaya mendidik Yo-jong menjadi calon pemimpin. Hingga saat ini belum jelas posisi Yo-jong. Bisa saja kabar bahwa Yo-jong menjadi kandidat wakil Direktur Departemen Komite Central Partai Pekerja sebagai salah satu bagian dari propaganda Jong-un.
“Tidak banyak pejabat yang disebutkan secara terbuka dalam artikel. Karena itu, penyebutan Yo-jong dalam laporan mesti ditelaah lebih jauh lagi,” kata Yang Moo-Jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul, Korea Selatan.
Rini agustina
Media resmi Korut, KCNA, menyebutkan, Yo-jong masuk dalam daftar karena dianggap memiliki potensi menjadi pemimpin muda. Perempuan berusia 27 tahun ini pertama kali muncul secara terbuka di depan publik saat pemakaman ayahnya sekaligus penguasa lama Korut, Kim Jong-il, pada 2011.
Sebelumnya dia diketahui terlihat dalam sebuah sesi foto bersama pada Konferensi III Partai Pekerja, 2010. Saat itu dia terlihat berdiri di samping sekretaris pribadi ayahnya. Namun, memang publisitas lebih banyak diberikan kepada perempuan kelahiran Pyongyang itu menghadiri prosesi pemakaman sang ayah.
Sejak saat itu Yo-jong sering terlihat menemani kakaknya dalam setiap peristiwa partai politik. Ini diyakini sebagai upaya mendidik Yo-jong menjadi calon pemimpin. Hingga saat ini belum jelas posisi Yo-jong. Bisa saja kabar bahwa Yo-jong menjadi kandidat wakil Direktur Departemen Komite Central Partai Pekerja sebagai salah satu bagian dari propaganda Jong-un.
“Tidak banyak pejabat yang disebutkan secara terbuka dalam artikel. Karena itu, penyebutan Yo-jong dalam laporan mesti ditelaah lebih jauh lagi,” kata Yang Moo-Jin, profesor di University of North Korean Studies di Seoul, Korea Selatan.
Rini agustina
(bbg)