Bos Indosiar Jadi Saksi Bos Sentul City

Selasa, 25 November 2014 - 11:02 WIB
Bos Indosiar Jadi Saksi...
Bos Indosiar Jadi Saksi Bos Sentul City
A A A
JAKARTA - Presiden Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri Suryani Zaini kemarin diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Suryani diperiksa sebagai saksi atas tersangka kasus dugaan suap alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor, yang juga direktur utama PT Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala alias Suiteng.

Seusai diperiksa selama tiga jam, Suryani enggan berkomentar banyak. Dia mengaku tidak tahu-menahu dirinya disangkutkan dengan kasus Kwee Cahyadi Kumala. “Saya tidak ada urusan dengan dia (tersangka Cahyadi Kumala),” tandas Suryani di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Suryani diduga diperiksa terkait posisinya sebagai pengusaha di bidang properti terutama bidang pertanahan. Diduga lahan milik Suryani terkait alih fungsi lahan yang di garap PT Bukit Jonggol Asri (BJA). Juru Bicara KPK Johan Budi SP membenarkan bahwa Suryani diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Kwee Cahyadi Kumala.

Namun, Johan menyatakan belum mengetahui kaitan Suryani dengan kasus Kwee Cahyadi Kumala. Sebelumnya, KPK menemukan adanya dugaan keterlibatan pejabat Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam kasus ini. Wakil Ketua KPK M Busyro Muqoddas mengatakan, KPK sedang melakukan kajian terkait hutan baik itu hutan lindung dan hutan tanaman industri maupun hutan produksi.

Hasil kajiannya ditemukan indikasi yang tidak transparan hingga di tataran Kemenhut. Intransparansi ini kemudian sedang dikonstruksikan KPK dalam kasus suap Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun dan kasus dugaan suap Bupati Bogor nonaktif Rachmat Yasin. “Karena sudah masuk tahap penyidikan, pengembangan kasus-kasus ini dilakukan dalam pendekatan sistem dan struktur konkret,” tandasnya.

KPK juga melihat sistem dan struktur dalam proses penyidikan kasus suap hutan Riau dan Bogor. Dari situ kemudian disimpulkan pihak mana saja yang diperiksa sebagai saksi. Baik unsur pemerintah daerah maupun Kemenhut. Dalam dua kasus ter-sebut, KPK sudah memeriksa Direktur Jenderal Planologi Kemenhut Bambang Soepijanto, mantan Menhut Zulkifli Hasan, dan mantan Menhut Muhammad Prakosa.

Sementara kasus hutan Bogor diperiksa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhut Hadi Daryanto. Dugaan keterlibatan pejabat Kemhut pun kemudian diusut berdasarkan ketersediaan bukti-bukti pendukung. “Dugaan itu muncul dalam pertanyaan-pertanyaan kepada kami,” paparnya.

Alfian faisal farid
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved