Antasari Minta Provider Lacak Pengirim SMS

Kamis, 13 November 2014 - 13:57 WIB
Antasari Minta Provider...
Antasari Minta Provider Lacak Pengirim SMS
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar meminta tim dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk menggandeng provider seluler Telkomsel untuk mengusut pengirim SMS gelap kepada Nasrudin Zulkarnaen.

”Hasil analisis dari Telkomsel lewat CDR dengan ahli dari ITB mengatakan tidak ada SMS saya. Saya mohon untuk melibatkan kembali provider ponsel,” terangnya di ruang sidang PN Jakarta Selatan kemarin. Dari hasil keputusan dan analisis ahli teknologi informasi (TI) itu dia menilai bahwa dua saksi yang melihat pesan singkat tersebut memberikan keterangan palsu di pengadilan pada Juni 2013 silam. Saksi mengatakan isi SMS ancaman tersebut dari Antasari Azhar.

”Artinya saksi itu melihat apa di HP itu? Berarti dia memberikan keterangan palsu,” imbuhnya. Mantan jaksa itu menangkap hal ganjil dalam kasusnya. Dia ingin Polda dan Polri memberi kesaksian dan kejujuran kepada dirinya dan publik tentang kebenaran SMS gelap yang melibatkan dua saksi tersebut. ”Maksud saya, kalau dia benar dan tidak benar dugaan saya, hadir saja di sidang berikan keterangan, terbuka, kenapa sih? Itu saja,” ujarnya.

Antasari Azhar berharap pihak kepolisian dan penyidik menindaklanjuti perkara yang sudah tiga tahun belum mendapatkan hasil apa pun itu. ”Kabareskrim kan pejabat di Polri yang menangani, mempelajari, dan mendalami seluruh kasus di Indonesia. Minimal kan dia perintahkan untuk dilanjutkan. Kenapa sih tidak mau dilanjutkan, ada apa? Ada kesulitan? Masa polisi sulit, kan tidak. Kita hanya mau kebenaran materiil. Saya kan sudah dipenjara,” ujarnya.

Pernyataan dari perwakilan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang disampaikan saat persidangan tak membuat Antasari puas. Sebab dia merasa jawabannya aneh. Dia melihat adanya kesengajaan dari pihak Mabes Polri dan Polda Metro Jaya dalam menyelidiki raibnya handphone dan tidak terungkapnya pesan SMS gelap yang dituduhkan kepadanya.

”Kabareskrim yang melindungi dan mengawasi seluruh Indonesia. Ini kasus sudah tiga tahun, seperti tidak dijalankan. Seharusnya ada pengawas penyelidikan dan Kabareskrim harusnya memiliki laporan. Ini ada kesengajaan atau kesalahan teknis?” tambahnya.

Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya yang diwakili kuasa hukumnya, Ajun Komisaris Besar Triono dan Budi Setiawan, membantah kepolisian telah menghentikan penyidikan terhadap laporan Antasari Azhar yang dibuat pada 2011 lalu. Dia menjelaskan, Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya belum pernah mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) seperti yang dimaksud Antasari. Menurutdia, penyidik Polda telah menindaklanjuti laporan Antasari.

Dita angga/okezone
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved