Respons Wakil Ketua DPR Terkait Pidato Jokowi di KTT APEC

Selasa, 11 November 2014 - 17:59 WIB
Respons Wakil Ketua...
Respons Wakil Ketua DPR Terkait Pidato Jokowi di KTT APEC
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengaku tak mengikuti secara detail, penyampaian pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada forum internasional Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) di Beijing, Tiongkok.

Menurutnya, penggunaan pidato berbahasa Inggris seorang presiden bersifat situasional. Meski begitu, penguasaan berbahasa Inggris menjadi modal berharga dalam pergaulan pemimpin di dunia.

Kata Taufik, inti dalam penyampaian pidato presiden terpenting dari sisi subtansi bisa dipahami peserta APEC. Dia berharap apa yang disampaikan Jokowi bisa membawa pesan terkait program yang dicanangkan pemerintah.

"Tapi apapun itu adalah langkah yang sangat penting, menyampaikan bahwa beberapa hal strategis mengenai Indonesia," kata Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Masih kata Taufik, peristiwa pidato Jokowi di KTT APEC memang tak sempat diketahuinya. Namun, boleh atau tidaknya Jokowi menggunakan bahasa Inggris pada pidato itu bisa dimaklumi dari sisi waktu dan tempat.

"Saya pikir (pidato pakai bahasa Inggris) itu situasional, tinggal kita mencermati kita mau lihat dari sisi yang mana, kecuali kalo semuanya mengerti bahasa Indonesia. Asal jangan pakai bahasa Jawa," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pidato berbahasa Inggris Presiden Jokowi dalam forum APEC di Beijing, RRT kemarin menimbulkan pro dan kontra. Guru Besar Hukum Internasinal Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana mengkritisi pidato tersebut.

"Dalam Pasal 28 itu dikatakan presiden wajib, jadi harus menggunakan Bahasa Indonesia di forum internasional," kata Hikmahanto, Senin 10 November 2014.

Pasal yang dimaksud yakni Pasal 28 Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan yang berbunyi.

"Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi presiden, wakil presiden dan pejabat negara yang lain, (pidato) disampaikan di dalam atau di luar negeri," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved