AS Ingin Jadi Mitra Pembaharu RI
Selasa, 11 November 2014 - 12:26 WIB
AS Ingin Jadi Mitra Pembaharu RI
A
A
A
BEIJING - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kemarin bertemu untuk pertama kalinya untuk membahas berbagai isu, termasuk isu keamanan global.
Dalam pertemuan bilateral yang digelar di Beijing, China, di sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Obama mengatakan Washington ingin menjadi mitra dalam proses pembaharuan yang diusung Jokowi.
“Saya tahu bahwa Presiden Joko Widodo memiliki agenda dan berambisi melakukan pembaruan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan Amerika Serikatingin menjadi mitra dalam proses pembaharuan itu,” kata Obama.
Menurut pemimpin yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia ini, melalui kemitraan komprehensif, kedua negara bisa menjalin suatu kemitraan yang luar biasa dalam berbagai hal, baik ekonomi, keamanan, maupun pembangunan. Dalam kesempatan itu, Obama juga mengundang Jokowi untuk datang ke Washington. Obama juga menekankan perlunya kerja sama dalam bidang keamanan maritim.
“Ini sangat pentingbagi kita untuk menjaga norma-norma internasional,” tuturnya. Dia menegaskan, penyelesaian sengketa dapat dilaksanakan secara damai. Obama juga memuji Indonesia sebagai contoh bagi negara lainnya.
“Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar dunia dan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia memainkan peranan luar biasa dalam mempromosikan pluralisme dan menghargai keberagaman beragama,” kata Obama, dikutip Wall Street Journal. “Saya ingin berterima kasih kepada Indonesia atas segala yang telah dilakukan untuk mengisolasi ekstremisme,” tutur Obama.
Sementara itu, Jokowi menyampaikan bahwa kedua negara hendaknya terus meningkatkan kerja sama di masa mendatang terutama di bidang keamanan untuk meningkatkan stabilitas kawasan. Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dan sudah melaksanakan pemilihan presiden dengan pesta demokrasi dengan bagus.
“Ini menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi berjalan dengan baik,” kata Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto. Terkait isu ekstremisme dan radikalisme, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia akan terus berupaya mengurangi dan bahkan menghilangkan ekstremisme dan radikalisme melalui pendekatan budaya dan keagamaan.
Pertemuan bilateral itu merupakan yang pertama dilakukan Obama di sela-sela pertemuan puncak APEC, setelah tiba di Beijing. Di awal pertemuan tersebut, Obama mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Jokowi untuk memimpin Indonesia serta menyampaikan bahwa ia menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Di akhir pertemuan Obama juga mengucapkan kata “terima kasih”.
Selain bertemu dengan Obama, Jokowi juga bertemu dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyampaikan kesiapannya untuk melanjutkan dan meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua belah pihak. “Kita siap untuk melakukan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan rakyat Vietnam dan Indonesia,” kata Jokowi.
Selanjutnya Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jokowi menyampaikan undangan kepada para pengusaha Rusia untuk berinvestasi di Indonesia. “Kami mengundang investor dari Rusia untuk menanamkan modalnya di sektor energi, pembangkit listrik, jalan kereta api, irigasi, pangan, dan manufaktur,” kata Jokowi.
Dia mengungkapkan, hubungan baik yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Rusia dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi di masa datang, untuk saling melengkapi dan saling mengisi yang didasari saling percaya antara Indonesia dan Rusia. Sementara itu, Presiden Putin memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden baru Indonesia untuk periode lima tahun ke depan.
“Saya berkeyakinan, hubungan kedua negara sebagai mitra strategis akan semakin baik di masa datang,” katanya. Putin menilai, sebagai mitra strategis, kedua negara telah memiliki cakupan kerja sama yang semakin luas di berbagai bidang. “Dan diharapkan ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ujarnya.
Pada hari ketiga kunjungan kerjanya ke Beijing, Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri China Li Keqiang, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Selain bertemu dengan para pemimpin dunia, Jokowi juga bertemu dengan para CEO perusahaan dunia. Jokowi mengajak para investor dunia untuk menanamkan investasinya di Indonesia.
“Ini merupakan kesempatan Anda,” kata Jokowi dalam pidatonya selama 13 menit. Dalam lima tahun mendatang, kata Jokowi, pemerintah akan membangun 24 pelabuhan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jaringan transportasi massal juga akan diperluas di enam kota besarlainnya, termasukJakarta, Bandung, dan Surabaya.
Andika hendra m/ant
Dalam pertemuan bilateral yang digelar di Beijing, China, di sela menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), Obama mengatakan Washington ingin menjadi mitra dalam proses pembaharuan yang diusung Jokowi.
“Saya tahu bahwa Presiden Joko Widodo memiliki agenda dan berambisi melakukan pembaruan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan Amerika Serikatingin menjadi mitra dalam proses pembaharuan itu,” kata Obama.
Menurut pemimpin yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia ini, melalui kemitraan komprehensif, kedua negara bisa menjalin suatu kemitraan yang luar biasa dalam berbagai hal, baik ekonomi, keamanan, maupun pembangunan. Dalam kesempatan itu, Obama juga mengundang Jokowi untuk datang ke Washington. Obama juga menekankan perlunya kerja sama dalam bidang keamanan maritim.
“Ini sangat pentingbagi kita untuk menjaga norma-norma internasional,” tuturnya. Dia menegaskan, penyelesaian sengketa dapat dilaksanakan secara damai. Obama juga memuji Indonesia sebagai contoh bagi negara lainnya.
“Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar dunia dan salah satu negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia memainkan peranan luar biasa dalam mempromosikan pluralisme dan menghargai keberagaman beragama,” kata Obama, dikutip Wall Street Journal. “Saya ingin berterima kasih kepada Indonesia atas segala yang telah dilakukan untuk mengisolasi ekstremisme,” tutur Obama.
Sementara itu, Jokowi menyampaikan bahwa kedua negara hendaknya terus meningkatkan kerja sama di masa mendatang terutama di bidang keamanan untuk meningkatkan stabilitas kawasan. Menurut Jokowi, Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dan sudah melaksanakan pemilihan presiden dengan pesta demokrasi dengan bagus.
“Ini menunjukkan bahwa Islam dan demokrasi berjalan dengan baik,” kata Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto. Terkait isu ekstremisme dan radikalisme, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia akan terus berupaya mengurangi dan bahkan menghilangkan ekstremisme dan radikalisme melalui pendekatan budaya dan keagamaan.
Pertemuan bilateral itu merupakan yang pertama dilakukan Obama di sela-sela pertemuan puncak APEC, setelah tiba di Beijing. Di awal pertemuan tersebut, Obama mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Jokowi untuk memimpin Indonesia serta menyampaikan bahwa ia menghabiskan masa kecilnya di Indonesia. Di akhir pertemuan Obama juga mengucapkan kata “terima kasih”.
Selain bertemu dengan Obama, Jokowi juga bertemu dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang. Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala negara menyampaikan kesiapannya untuk melanjutkan dan meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua belah pihak. “Kita siap untuk melakukan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan rakyat Vietnam dan Indonesia,” kata Jokowi.
Selanjutnya Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Jokowi menyampaikan undangan kepada para pengusaha Rusia untuk berinvestasi di Indonesia. “Kami mengundang investor dari Rusia untuk menanamkan modalnya di sektor energi, pembangkit listrik, jalan kereta api, irigasi, pangan, dan manufaktur,” kata Jokowi.
Dia mengungkapkan, hubungan baik yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Rusia dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi di masa datang, untuk saling melengkapi dan saling mengisi yang didasari saling percaya antara Indonesia dan Rusia. Sementara itu, Presiden Putin memberikan ucapan selamat atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden baru Indonesia untuk periode lima tahun ke depan.
“Saya berkeyakinan, hubungan kedua negara sebagai mitra strategis akan semakin baik di masa datang,” katanya. Putin menilai, sebagai mitra strategis, kedua negara telah memiliki cakupan kerja sama yang semakin luas di berbagai bidang. “Dan diharapkan ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan di masa mendatang,” ujarnya.
Pada hari ketiga kunjungan kerjanya ke Beijing, Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri China Li Keqiang, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Selain bertemu dengan para pemimpin dunia, Jokowi juga bertemu dengan para CEO perusahaan dunia. Jokowi mengajak para investor dunia untuk menanamkan investasinya di Indonesia.
“Ini merupakan kesempatan Anda,” kata Jokowi dalam pidatonya selama 13 menit. Dalam lima tahun mendatang, kata Jokowi, pemerintah akan membangun 24 pelabuhan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Jaringan transportasi massal juga akan diperluas di enam kota besarlainnya, termasukJakarta, Bandung, dan Surabaya.
Andika hendra m/ant
(bbg)