Pendapat Ibas Soal Rencana Kenaikan Harga BBM
Kamis, 06 November 2014 - 17:28 WIB
Pendapat Ibas Soal Rencana Kenaikan Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) memiliki pendapat pribadi terkait rencana kenaikan BBM bersubsidi.
"Saya berpendapat personal, bukan fraksi, sebenarnya kita ini dalam kondisi perekonomian kita cendurung agak lambat. Karena pasca pemilu dan kabinet yang baru dibentuk," kata Ibas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Ibas berpendapat, tidak ada kegentingan yang memaksa pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi di saat harga minyak dunia mengalami penurunan.
"Karena minyak dalam posisi USD84 (perbarel) bahkan ada yang USD80 (perbarel), kalau dahulu Demokrat kurangi subsidi karena kondisinya beda, itu lebih dari USD100 (perbarel)," ujarnya.
Lanjut Ibas, apabila pemerintah tetap bersikukuh menaikan harga BBM bersubsidi maka harus ada penjelasan kepada masyarakat.
"Jangan sampai membuat masyarakat semakin sulit. Belum lagi nanti ada relasinya dengan yang lainnya. Saya tidak mau kenaikan harga BBM tetapi tidak dipikirkan kemungkinan lain."
"Karena itu harus diiringi dengan program-program yang langsung. Presiden SBY dahulu kan jalankan program sosial untuk yang terkena langsung impact-nya," terangnya.
Sementara itu, terkait sikap PDIP yang selalu menolak kenaikan harga BBM, putra mantan Presiden SBY ini menjawab. "Silakan tanyakan langsung dan juga alasannya," pungkasnya.
"Saya berpendapat personal, bukan fraksi, sebenarnya kita ini dalam kondisi perekonomian kita cendurung agak lambat. Karena pasca pemilu dan kabinet yang baru dibentuk," kata Ibas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Ibas berpendapat, tidak ada kegentingan yang memaksa pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi di saat harga minyak dunia mengalami penurunan.
"Karena minyak dalam posisi USD84 (perbarel) bahkan ada yang USD80 (perbarel), kalau dahulu Demokrat kurangi subsidi karena kondisinya beda, itu lebih dari USD100 (perbarel)," ujarnya.
Lanjut Ibas, apabila pemerintah tetap bersikukuh menaikan harga BBM bersubsidi maka harus ada penjelasan kepada masyarakat.
"Jangan sampai membuat masyarakat semakin sulit. Belum lagi nanti ada relasinya dengan yang lainnya. Saya tidak mau kenaikan harga BBM tetapi tidak dipikirkan kemungkinan lain."
"Karena itu harus diiringi dengan program-program yang langsung. Presiden SBY dahulu kan jalankan program sosial untuk yang terkena langsung impact-nya," terangnya.
Sementara itu, terkait sikap PDIP yang selalu menolak kenaikan harga BBM, putra mantan Presiden SBY ini menjawab. "Silakan tanyakan langsung dan juga alasannya," pungkasnya.
(kri)