Perseteruan PPP Bikin Runcing Konflik DPR

Sabtu, 01 November 2014 - 10:28 WIB
Perseteruan PPP Bikin...
Perseteruan PPP Bikin Runcing Konflik DPR
A A A
JAKARTA - Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus meruncing. Bahkan, seteru kubu Romahurmuziy (Romi) dengan seniornya di partai berlambang kakbah, Suryadharma Ali (SDA) terbawa hingga ke parlemen.

Konflik internal itu tampak jelas dalam rapat paripurna penetapan ketua komisi dan alat kelengkapan dewan (AKD)

Setelah kubu M Romahurmuziy (Romi) melaksanakan Muktamar VIII di Surabaya pada 12 Oktober 2014 lalu, kini, giliran kubu Suryadharma Ali (SDA) melaksanakan Muktamar di Jakarta.

Konflik PPP juga memengaruhi konflik dua koalisi partai politik di DPR. Kubu M Romahurmuziy (Romi) memilih merapat ke gerbong KIH. Sementara barisan Suryadharma Ali (SDA) tetap dalam barisan KMP.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memiliki pandangan tentang posisi PPP dalam pusaran konflik antara dua koalisi di parlemen.

"Konflik internal PPP ini dimanfaatkan oleh dua koalisi di parlemen. Hanya jadi bancakan," kata Lucius kepada Sindonews, Jumat 31 Oktober 2014.

Menurut Lucius, posisi PPP sebagai partai penentu kemenangan salah satu koalisi di parlemen memang tidak signifikan.

Dengan 39 kursi di parlemen, tidak menjadikan partai berlambang kakbah ini menjadi kekuatan yang benar-benar diperhitungkan.

"Kekuatan PPP juga tidak terlalu banyak. Akhirnya dia hanya barang mainan untuk menemani konflik antara KIH dan KMP di parlemen," kata Lucius.

Dihubungi terpisah, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mewanti-wanti agar PPP segera melakukan konsolidasi internal.

Menurut dia, jika terus menerus disibukkan dengan konflik antara SDA dan Romi, Ray memprediksi PPP tidak akan mampu memenuhi batas ambang parlemen pada pemilu mendatang.

"Jika dalam setahun ke depan PPP terus berseteru, target 3,5% parliamentary treshold tak akan terpenuhi," kata Ra
(dam)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
ASN Diizinkan Antar...
ASN Diizinkan Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Menteri PANRB: Tak Boleh Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
30 Pati TNI AU Naik...
30 Pati TNI AU Naik Pangkat, Danlanud Sultan Hasanuddin Pecah Bintang
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved