Ahok Klaim DKI Siap Hadapi Banjir
Rabu, 29 Oktober 2014 - 14:51 WIB
Ahok Klaim DKI Siap Hadapi Banjir
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi datang musim hujan, Pemprov DKI Jakarta membuat sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalisasi banjir.
Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan diperkirakan mulai turun akhir bulan ini. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemasangan sheet pile di sejumlah titik kanal, saluran, dan kali seperti Gunung Sahari, Kali Ciliwung di Pasar Baru, dan Kali Cideng.
Di samping itu juga melakukan pembangunan terpadu di pesisir atau yang disebut dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tahap A program ini penguatan tanggul laut eksisting di sepanjang pantai utara Jakarta. ”Kita lebih siap dibanding tahun-tahun sebelumnya,” klaim Ahok di Balai Kota DKI Jakarta kemarin. Menurutnya, tanggul di sepanjang pantai utara sangat penting sebelum masuk pembuatan tanggul selanjutnya.
Langkah ini disadari mendapat banyak komplain dari berbagai pihak karena analisis dampak mengenai lingkungan (amdal) dianggap belum memadai. Setidaknya dengan perkuatan itu dapat melindungi sejumlah properti dikawasan itu seperti Pantai Indah Kapuk, Pluit, dan Muara Karang. ”Di lokasi perumahan itu akan dipasangi pompa,” ujarnya. Ke depan pihaknya berupaya menambah pembangunan waduk, termasuk di Marunda, Jakarta Utara.
Bila sarana penampungan air itu telah terbangun, dia akan mengupayakan pembangunan waduk di titik lain di Jakarta Utara. Dengan cara demikian, diperkirakan Jakarta bisa bebas banjir. Apalagi jika ditunjang warga yang tinggal di sepanjang kali dan waduk mau dipindah atau direlokasi. ”Kita berharap warga mau mengalah pindah dari bantaran kali atau waduk, tidak ada lagi banjir hingga berhari-hari,” sebut mantan Bupati Belitung Timur itu.
Kepala Bidang Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta SM Robert Raja Gukguk menambahkan, ada beberapa pekerjaan pengendalian banjir di Jakarta dengan tahun jamak (multiyears) sampai 2015. Namun, di beberapa titik ada yang dikerjakan dengan tahun tunggal seperti pekerjaan drainase dan trotoar. ”Tahun jamak di sudin dan wilayah,” ujarnya. Dia berharap beberapa pekerjaan pengendalian banjir segera rampung sebelum puncak musim hujandatang.
”Semoga di musim hujan nanti Jakarta tidak mengalami banjir besar lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya. Sementara itu, Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyiagakan 525 personel di 56 titik rawan banjir. Selain menyiagakan ratusan personel, Dinas Kebersihan juga menyiapkan 54 truk sampah, 34 toilet berjalan, 13 truk tangki air kotor, 4 truk tangki air bersih, 6 unit alat berat, dan 1.000 kantong plastik. Nanti satu unit truk bisa dioperasikan di 3-5 titik banjir.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptasari Ediningtyas mengatakan, pada dasarnya pihaknya secara rutin telah melakukan pengangkutan sampah setiap hari. Ini sebagai upaya penanggulangan banjir. Setiap hari pihaknya mengangkut 7.000 ton sampahdari seluruh DKI Jakarta. Terkait kesiapan petugas dilapangan, Saptasari menjelaskan, mereka diminta penanganan sampah ketika terjadi banjir sehingga bisa meminimalisasi penyebaran penyakit terhadap warga yang menjadi korban banjir.
Dia berharap masyarakat lebih meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. ”Kita siapkan 525 anggota yang akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta PMI,” tuturnya. Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat Herning Wahyuningsih mengatakan, dalam dua bulan terakhir pihaknya telah melakukan pengerukan endapan lumpur di 48 saluran di delapan kecamatan. ”Ini sebagai upaya penanggulangan banjir,” ujarnya.
Selain mengeruk endapan lumpur, pihaknya juga melakukan perbaikan dan meningkatkan daya tampung saluran sehingga tidak terjadi genangan. ”Kita sudah lakukan pengerukan, tadinya saluran yang hanya 2 meter setelah dikeruk bisa menjadi 5 meter,” ungkapnya.
Perbaikan seluruh saluran di Jakarta Pusat ditarget selesai pertengahan Desember. Salah satu titik prioritas yakni pengerukan saluran di depan Pusat Grosir Tanah Abang. Di kawasan tersebut, saluran air belum pernah dikeruk sejak 30 tahun lalu.
Ilham safutra/ Ridwansyah
Menurut perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan diperkirakan mulai turun akhir bulan ini. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemasangan sheet pile di sejumlah titik kanal, saluran, dan kali seperti Gunung Sahari, Kali Ciliwung di Pasar Baru, dan Kali Cideng.
Di samping itu juga melakukan pembangunan terpadu di pesisir atau yang disebut dengan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tahap A program ini penguatan tanggul laut eksisting di sepanjang pantai utara Jakarta. ”Kita lebih siap dibanding tahun-tahun sebelumnya,” klaim Ahok di Balai Kota DKI Jakarta kemarin. Menurutnya, tanggul di sepanjang pantai utara sangat penting sebelum masuk pembuatan tanggul selanjutnya.
Langkah ini disadari mendapat banyak komplain dari berbagai pihak karena analisis dampak mengenai lingkungan (amdal) dianggap belum memadai. Setidaknya dengan perkuatan itu dapat melindungi sejumlah properti dikawasan itu seperti Pantai Indah Kapuk, Pluit, dan Muara Karang. ”Di lokasi perumahan itu akan dipasangi pompa,” ujarnya. Ke depan pihaknya berupaya menambah pembangunan waduk, termasuk di Marunda, Jakarta Utara.
Bila sarana penampungan air itu telah terbangun, dia akan mengupayakan pembangunan waduk di titik lain di Jakarta Utara. Dengan cara demikian, diperkirakan Jakarta bisa bebas banjir. Apalagi jika ditunjang warga yang tinggal di sepanjang kali dan waduk mau dipindah atau direlokasi. ”Kita berharap warga mau mengalah pindah dari bantaran kali atau waduk, tidak ada lagi banjir hingga berhari-hari,” sebut mantan Bupati Belitung Timur itu.
Kepala Bidang Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta SM Robert Raja Gukguk menambahkan, ada beberapa pekerjaan pengendalian banjir di Jakarta dengan tahun jamak (multiyears) sampai 2015. Namun, di beberapa titik ada yang dikerjakan dengan tahun tunggal seperti pekerjaan drainase dan trotoar. ”Tahun jamak di sudin dan wilayah,” ujarnya. Dia berharap beberapa pekerjaan pengendalian banjir segera rampung sebelum puncak musim hujandatang.
”Semoga di musim hujan nanti Jakarta tidak mengalami banjir besar lagi seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya. Sementara itu, Dinas Kebersihan DKI Jakarta menyiagakan 525 personel di 56 titik rawan banjir. Selain menyiagakan ratusan personel, Dinas Kebersihan juga menyiapkan 54 truk sampah, 34 toilet berjalan, 13 truk tangki air kotor, 4 truk tangki air bersih, 6 unit alat berat, dan 1.000 kantong plastik. Nanti satu unit truk bisa dioperasikan di 3-5 titik banjir.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptasari Ediningtyas mengatakan, pada dasarnya pihaknya secara rutin telah melakukan pengangkutan sampah setiap hari. Ini sebagai upaya penanggulangan banjir. Setiap hari pihaknya mengangkut 7.000 ton sampahdari seluruh DKI Jakarta. Terkait kesiapan petugas dilapangan, Saptasari menjelaskan, mereka diminta penanganan sampah ketika terjadi banjir sehingga bisa meminimalisasi penyebaran penyakit terhadap warga yang menjadi korban banjir.
Dia berharap masyarakat lebih meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan. ”Kita siapkan 525 anggota yang akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta PMI,” tuturnya. Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Pusat Herning Wahyuningsih mengatakan, dalam dua bulan terakhir pihaknya telah melakukan pengerukan endapan lumpur di 48 saluran di delapan kecamatan. ”Ini sebagai upaya penanggulangan banjir,” ujarnya.
Selain mengeruk endapan lumpur, pihaknya juga melakukan perbaikan dan meningkatkan daya tampung saluran sehingga tidak terjadi genangan. ”Kita sudah lakukan pengerukan, tadinya saluran yang hanya 2 meter setelah dikeruk bisa menjadi 5 meter,” ungkapnya.
Perbaikan seluruh saluran di Jakarta Pusat ditarget selesai pertengahan Desember. Salah satu titik prioritas yakni pengerukan saluran di depan Pusat Grosir Tanah Abang. Di kawasan tersebut, saluran air belum pernah dikeruk sejak 30 tahun lalu.
Ilham safutra/ Ridwansyah
(ars)