Satu Generasi di Indonesia Bisa Hilang Akibat Narkoba

Selasa, 28 Oktober 2014 - 14:35 WIB
Satu Generasi di Indonesia...
Satu Generasi di Indonesia Bisa Hilang Akibat Narkoba
A A A
JAKARTA - Penyalahgunaan narkoba semakin merajalela dan membahayakan generasi muda. Kalau tidak dicegah, dikhawatirkan Indonesia akan mengalami lost generation (generasi yang hilang).

Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak akan mampu memutus setiap benang jaringan narkoba yang ada. Maka melibakan mahasiswa untuk berperan aktif dalam memutus laju pertumbuhan pernyalahgunaan narkoba.

"Hal ini sesuai dengan rencana strategi BNN, bahwa Indonesia harus berada di bawah 2,8 persen atau setara dengan 5,1 juta orang pada tahun 2015," ungkap Kasubdit Heroin, Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Slamet Pribadi, saat diskusi dengan kelompok mahasiswa Hindu Dharma, Universitas Gunadarma, Depok, Selasa (28/10/2014).

Menurut dia, pencegahan penyalahgunaan narkoba memerlukan komitmen yang serius dari semua pihak. Sebab persoalan penyalahgunaan narkoba adalah persoalan bersama.

Dalam penjelasannya, Slamet mengingatkan tentang perang candu yang pernah terjadi di Cina.

"Jika kita tidak bersatu padu untuk melakukan upaya pencegahan maka peristiwa itu (lost generation) bisa saja terjadi di Indonesia," sambungnya.

Apalagi saat ini, tambah Slamet banyak generasi muda yang sudah terlanjur menjadi budak dari barang haram narkoba.

"Negara telah mencanangkan perang terhadap sindikat narkoba, di manapun, dan siapapun harus punya sikap tolak terhadap penyalahgunaan narkoba. Semua elemen masyarakat punya tanggung jawab yang sama terkait dengan penyalahgunaan narkoba," tegas Slamet.

Saat ini, BNN gencar melakukan upaya rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahguna narkoba. Hal ini sebagai strategi untuk menurunkan prevalensi yang sudah tergolong tinggi.

Dalam pasal 54 UU Nomor 35/2009 juga mencantumkan hak-hak pecandu untuk mendapatkan rehabilitasi. Pasal tersebut secara garis besar menyatakan, pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Bukan dengan dijebloskan ke penjara sebagai jalan ‘pembalas dosa’. "Perspektif kriminalisasi itu yang kemudian membuat sulitnya memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika di Indonesia," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved