Depok Harus Segera Berbenah

Senin, 27 Oktober 2014 - 17:54 WIB
Depok Harus Segera Berbenah
Depok Harus Segera Berbenah
A A A
DEPOK - Masuk kategori kota termacet kelima se-Indonesia versi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Depok harus segera berbenah diri.

Kemacetan ini diperkirakan karena imbas jarak Depok yang sangat dekat dengan DKI Jakarta. Kota-kota termacet selain Depok ialah Bogor, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. ”Ini cambuk bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok supaya memikirkan jalan keluarnya,” ujar Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok Ari Manggala. Secara nasional, visi rasio atau perbandingan volume kendaraan dan kapasitas jalan adalah 0,8. Artinya, jika visi rasio jalan sudah di atas 0,8, kendaraan sudah tidak bisa menentukan sendiri kecepatannya atau macet.

Sementara, jalan di Depok memiliki visi rasionya di atas 0,8, bahkan sudah mencapai 1. Menurut dia, kemacetan di Depok disebabkan banyak faktor. Misalnya kurangnya jaringan jalan, pertambahan penduduk, dan perumahan. Pertumbuhan penduduk akan berdampak pada penambahan jumlah kendaraan. ”Selama ini tidak ada penambahan jaringan jalan sebagai alternatif penambahan kendaraan tersebut,” katanya. Dishub Kota Depok bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah membahas solusi lalu lintas di Depok. Dalam rapat itu dibahas mengenai jaringan jalan yang akan dibangun sesuai tata kota yang direncanakan.

”Kami memikirkan untuk penambahan jaringan jalan,” ucapnya. Dalam Rencana Program Kerja Jangka Pendek (RPJP), Depok akan membangun jaringan jalan di luar pusat kota, yaitu jalan yang menghubungkan antara Depok wilayah barat dan timur. Saat ini, belum ada jalan yang menghubungkan langsung barat dan timur sehingga kendaraan yang melintas pasti akan masuk ke pusat kota.

”Akan dibangun Jalan Outer Ring Road di luar pusat kota yang menghubungkan Jalan Raya Sawangan dan Pasir Putih,” ujar Ari. Pakar tata kota Depok, Emil Dardak, menilai Depok memiliki potensi besar untuk menjadi kota mandiri. Dengan menjadi kota mandiri masyarakat tidak perlu lagi keluar Depok untuk bekerja. Jika Depok menjadi kota mandiri akan berdampak langsung pada pengurangan kemacetan.

”Depok bisa memiliki kawasan niaga seperti CBD di Jakarta,” katanya. Menurut dia, Situ Rawa Besar yang ada di dekat Stasiun Depok Baru bisa dijadikan kawasan niaga besar. Tanpa mengubah fungsi situ, lingkungan sekitarnya dapat diubah menjadi sentra kegiatan bisnis. ”Bisa dilakukan penataan dari bibir situ ke bagian belakang. Jadi situ tidak berubah fungsi, hanya mengoptimalkan lingkungan sekitar saja,” ujarnya.

R ratna purnama
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
TNI-Polri Harus Profesional,...
TNI-Polri Harus Profesional, Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps yang Sempit
Pakar Hukum Didit Wijayanto...
Pakar Hukum Didit Wijayanto Sebut Dian Sandi Harusnya Terkena Pasal 32 UU ITE, Bukan Roy Suryo
Lantik 1.177 Perwira...
Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Prabowo: Pangkat adalah Amanah dan Kepercayaan Rakyat
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved