Soal Koalisi, KMP Tunggu Sikap Resmi PPP
Jum'at, 17 Oktober 2014 - 11:19 WIB
Soal Koalisi, KMP Tunggu Sikap Resmi PPP
A
A
A
JAKARTA - Koalisi merah putih (KMP) mengaku belum mengambil sikap terkait kabar bergabungnya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke koalisi pengusung presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Juru bicara KMP, Tantowi Yahya mengatakan, pihaknya tidak bisa menghalangi jika PPP mau keluar dari koalisi sebagai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Itu adalah urusan internal PPP, KMP tidak bisa dan tidak akan melakukan intervensi," kata Tantowi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (17/10/2014).
Namun, pihaknya masih menunggu sikap resmi dari internal PPP khususnya sikap Suryadharma Ali (SDA) dan Romahurmuziy (Romi). Alasannya, partai berlambang Kakbah tersebut mengalami dua kepemimpinan akibat konflik internal.
Kabar bergabungnya PPP kembali mencuat setelah PPP kubu Romi menggelar muktamar di Surabaya. Terpilihnya Romi sebagai Ketua Umum PPP versi muktamar Surabaya mengarahkan untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK.
Namun, upaya Romi bakal tidak berjalan mulus, karena kepemimpinan SDA Cs juga segera menggelar muktamar di Jakarta pada 23-28 Oktober 2014 mendatang.
Juru bicara KMP, Tantowi Yahya mengatakan, pihaknya tidak bisa menghalangi jika PPP mau keluar dari koalisi sebagai pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Itu adalah urusan internal PPP, KMP tidak bisa dan tidak akan melakukan intervensi," kata Tantowi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (17/10/2014).
Namun, pihaknya masih menunggu sikap resmi dari internal PPP khususnya sikap Suryadharma Ali (SDA) dan Romahurmuziy (Romi). Alasannya, partai berlambang Kakbah tersebut mengalami dua kepemimpinan akibat konflik internal.
Kabar bergabungnya PPP kembali mencuat setelah PPP kubu Romi menggelar muktamar di Surabaya. Terpilihnya Romi sebagai Ketua Umum PPP versi muktamar Surabaya mengarahkan untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK.
Namun, upaya Romi bakal tidak berjalan mulus, karena kepemimpinan SDA Cs juga segera menggelar muktamar di Jakarta pada 23-28 Oktober 2014 mendatang.
(kur)