PPP Beri Sinyal Merapat ke KIH
Rabu, 08 Oktober 2014 - 14:25 WIB
PPP Beri Sinyal Merapat ke KIH
A
A
A
JAKARTA - PPP memilih bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi-Jusuf Kalla untuk mengajukan paket pimpinan MPR. Lalu, apakah PPP juga akan meninggalkan Koalisi Merah Putih (KMP)?
Menurut Ketua DPP PPP Aunur Rofiq, bergabungnya PPP ke paket pimpinan MPR dari kubu Jokowi-Jusuf Kalla, merupakan sinyal kuat partainya untuk bergabung ke KIH itu.
"Bisa lihat sinyal kuat apa yang kita berikan. Karena tadi malam itu kan sudah sinyal yang sangat kuat untuk bergabung," kata Aunur Rofiq saat dihubungi Sindonews, Rabu (8/10/2014).
Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa PPP memiliki banyak kader yang teknokrat. Sehingga, bilamana diperlukan oleh Presiden terpilih Jokowi kader tehnokrat ini bisa dimanfaatkan.
"PPP sekarang ini memosisikan diri sebagai mitra strategis yang kritis dan konstruktif. Jadi PPP posisinya seperti itu," tuturnya.
Dia pun menjelaskan alasan mengapa PPP memilih bergabung ke kubu Jokowi-JK dalam paket pimpinan MPR. "Yang pertama, ada satu kesepakatan dengan KMP bahwa PPP akan masuk dalam jajaran pimpinan DPR. Namun karena ada satu hal, PPP di-cancel," kata dia.
Kemudian, ujar dia, KMP pun sempat menjanjikan kursi pimpinan MPR kepada partainya. Namun, pada waktu pemilihan MPR justru tidak terjadi.
"Sehingga di sini, PPP sebetulnya bukan hanya ingin sekadar kedudukan kursi pimpinan. Namun kesepakatan itu kan harus saling menghormati. Jadi kalau sudah begini, kita bicara soal martabat partai," ungkapnya.
Dia pun mengaku bangga kepada Fraksi PPP yang memilih masuk ke paket pimpinan MPR yang dipilih KIH. "PPP sudah menunjukkan martabatnya. Bukan karena pimpinannya. Yang utama adalah martabatnya," pungkasnya.
Menurut Ketua DPP PPP Aunur Rofiq, bergabungnya PPP ke paket pimpinan MPR dari kubu Jokowi-Jusuf Kalla, merupakan sinyal kuat partainya untuk bergabung ke KIH itu.
"Bisa lihat sinyal kuat apa yang kita berikan. Karena tadi malam itu kan sudah sinyal yang sangat kuat untuk bergabung," kata Aunur Rofiq saat dihubungi Sindonews, Rabu (8/10/2014).
Lebih lanjut, dia mengatakan, bahwa PPP memiliki banyak kader yang teknokrat. Sehingga, bilamana diperlukan oleh Presiden terpilih Jokowi kader tehnokrat ini bisa dimanfaatkan.
"PPP sekarang ini memosisikan diri sebagai mitra strategis yang kritis dan konstruktif. Jadi PPP posisinya seperti itu," tuturnya.
Dia pun menjelaskan alasan mengapa PPP memilih bergabung ke kubu Jokowi-JK dalam paket pimpinan MPR. "Yang pertama, ada satu kesepakatan dengan KMP bahwa PPP akan masuk dalam jajaran pimpinan DPR. Namun karena ada satu hal, PPP di-cancel," kata dia.
Kemudian, ujar dia, KMP pun sempat menjanjikan kursi pimpinan MPR kepada partainya. Namun, pada waktu pemilihan MPR justru tidak terjadi.
"Sehingga di sini, PPP sebetulnya bukan hanya ingin sekadar kedudukan kursi pimpinan. Namun kesepakatan itu kan harus saling menghormati. Jadi kalau sudah begini, kita bicara soal martabat partai," ungkapnya.
Dia pun mengaku bangga kepada Fraksi PPP yang memilih masuk ke paket pimpinan MPR yang dipilih KIH. "PPP sudah menunjukkan martabatnya. Bukan karena pimpinannya. Yang utama adalah martabatnya," pungkasnya.
(kri)