Kementerian PDT Upayakan Percepatan 5 Pilar Perdesaan Sehat

Rabu, 08 Oktober 2014 - 01:30 WIB
Kementerian PDT Upayakan...
Kementerian PDT Upayakan Percepatan 5 Pilar Perdesaan Sehat
A A A
JAKARTA - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal melakukan terobosan upaya percepatan pembangunan kualitas kesehatan berbasis perdesaan.

Asisten Deputi Urusan Sumber Daya Kesehatan, Kemen PDT Hanibal Hamidi mengatakan, sangat penting dilakukan rekonstruksi total sistem kesehatan nasional dalam mengangkat harkat dan martabat, serta kualitas kesehatan penduduk perdesaan.

Menurut Hanibal, membangun mulai dari desa sudah dilakukan oleh Kementerian PDT melalui program perdesaan sehat sejak 2 tahun yang lalu.

Dia menjelaskan ada lima pilar dalam program perdesaan sehat, yakni, ketersediaan dan berfungsinya dokter puskesmas.

Kemudian, ketersediaan dan berfungsinya bidan desa, ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi setiap rumah tangga, serta ketersediaan gizi seimbang bagi ibu hamil, menyusui dan balita di daerah teringgal.

Hanibal mengaku, pihaknya sudah memberikan masukan kepada pemerintah mendatang soal pentingnya pembangunan di bidang kesehatan.

"Ada dua gagasan yang saya ajukan, yaitu rekonstruksi total sistem kesehatan nasional, dan memastikan proses rekrutmen sumber daya kesehatan yang bebas dari sistem transaksional dalam pelayanan kesehatan," kata Hanibal di Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Dirinya memiliki keyakinan, Indonesia dipastikan akan maju dan berkembang, jika lima pilar perdesaan sehat tersedia dan berfungsi.

Pengamat lingkungan sosial Indro Tjahyono menuturkan, keberadaan desa menjadi konstruksi dalam membangun negara.

"Banyak negara maju, yang maju dengan mengawali pembangunannya dari membangun desa," tutur Indro Tjahyono dalam diskusi publik dengan tema, “Masa Depan Desa Indonesia, Membangun Negara Dari Desa”, yang diselenggarakan oleh Merdesa Institut di Jakarta.

Indro mengatakan, membangun negara dari desa, maka negara harus ada asumsi misalnya menjadikan desa sebagai sumber ketersediaan energi, sumber pangan, sumber air dan tidak mengeksploitasinya.
(whb)
Berita Terkait
Miris, Desa Pangkalan...
Miris, Desa Pangkalan Natuna Tidak Punya Kantor sejak Berdiri 9 Tahun Lalu
Beri Dampak Signifikan,...
Beri Dampak Signifikan, Program Tekad Siap Lanjutkan Kontribusi untuk Desa
Pemenuhan Prasarana...
Pemenuhan Prasarana Dasar Kunci Pengentasan Daerah Tertinggal
Pertanggungjawaban Dana...
Pertanggungjawaban Dana Operasional Desa Menggunakan Model Lumpsum
Viral Guru SD di Pelosok...
Viral Guru SD di Pelosok Nias Tak Mengajar, Menko PMK Minta Pemda Tanggung Jawab
Tiga Jurus Menteri Suharso...
Tiga Jurus Menteri Suharso Kurangi Jumlah Daerah Tertinggal
Berita Terkini
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved