Setya Novanto Anggap Sprindik Palsu Bagian dari Kritik
Selasa, 07 Oktober 2014 - 13:11 WIB
Setya Novanto Anggap Sprindik Palsu Bagian dari Kritik
A
A
A
JAKARTA - Sejak Selasa (7/10/2014) pagi, beredar informasi mengenai surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Setya Novanto.
Diduga sprindik Ketua DPR itu terkait dugaan penerimaan hadiah pada proyek PON Riau yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi sprindik itu, Setya menganggap bahwa sprindik yang beredar tidak benar. Menurutnya, keluarnya sprindik palsu itu bagian dari kritik biasa.
"Ya enggak ada masalah bocor sprindik. Siapapun yang melakukan kritikan kita ya kita terima, saya maafkan," ujar Setya di Gedung DPR, Jakarta.
Setya mengaku tidak merasa terganggu dengan beredarnya sprindik itu. Menurutnya, soal sprindik palsu itu ia menyerahkan kepada lembaga KPK.
"Ya tidak ada karena sudah ada yang melakukan kewenangan itu. Saya cuma ingin bekerja buat DPR," ungkapnya.
Akibat sprindik palsu itu, Setya pun menolak untuk mengguggat pembuat sprindik tersebut. Dia mengaku ikhlas dan memaafkan. "Tidak usah, saya hanya mau bekerja saja," tukasnya.
Informasi beredarnya sprindik atas nama Setya Novanto sebelumnya juga sudah dibantah pihak KPK. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, KPK tidak mengeluarkan sprindik atas nama tersebut.
"(Yang beredar) itu hoax. Melihat formatnya saja salah," kata Johan Budi dikonfirmasi wartawan di Jakarta.
Diduga sprindik Ketua DPR itu terkait dugaan penerimaan hadiah pada proyek PON Riau yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menanggapi sprindik itu, Setya menganggap bahwa sprindik yang beredar tidak benar. Menurutnya, keluarnya sprindik palsu itu bagian dari kritik biasa.
"Ya enggak ada masalah bocor sprindik. Siapapun yang melakukan kritikan kita ya kita terima, saya maafkan," ujar Setya di Gedung DPR, Jakarta.
Setya mengaku tidak merasa terganggu dengan beredarnya sprindik itu. Menurutnya, soal sprindik palsu itu ia menyerahkan kepada lembaga KPK.
"Ya tidak ada karena sudah ada yang melakukan kewenangan itu. Saya cuma ingin bekerja buat DPR," ungkapnya.
Akibat sprindik palsu itu, Setya pun menolak untuk mengguggat pembuat sprindik tersebut. Dia mengaku ikhlas dan memaafkan. "Tidak usah, saya hanya mau bekerja saja," tukasnya.
Informasi beredarnya sprindik atas nama Setya Novanto sebelumnya juga sudah dibantah pihak KPK. Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi SP, KPK tidak mengeluarkan sprindik atas nama tersebut.
"(Yang beredar) itu hoax. Melihat formatnya saja salah," kata Johan Budi dikonfirmasi wartawan di Jakarta.
(maf)