Panglima Berharap Tak Ada yang Ganggu Investigasi
Sabtu, 04 Oktober 2014 - 20:42 WIB
Panglima Berharap Tak Ada yang Ganggu Investigasi
A
A
A
JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Moeldoko berharap tidak ada pihak yang memberi pernyataan terkait investigasi bentrok TNI-Polri di Batam, Kepulauan Riau, Minggu 21 September lalu.
Menurut dia, perkembangan kasus itu kini telah menjadi wewenang tim investigasi.
"Dari awal saya sudah bersepakat dengan Kapolri agar tidak ada yang beri statemen tentang hasil investigasi. Jika ada yang beri statemen itu akan mengganggu objektivitas investigasi," kata Moeldoko di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2014)
Dia menegaskan, jika ada anggotanya yang melanggar aturan maka dia tak segan untuk mengumumkannya.
Bahkan, lanjut dia, jika perlu instansinya akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota itu.
"Kalau ada anggota nakal, kita umumkan nakal. Kalau perlu akan kita beri sanksi disiplin," kata dia.
Dia mengaku masih fokus dalam mempersiapkan peringatan HUT TNI ke-69.
"Nanti setelah 7 Oktober saja. Saya masih fokus pada persiapan HUT TNI," kata Moeldoko di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2014).
Jenderal bintang empat itu mengingatkan, agar semua pihak tidak memberikan keterangan terlebih dahulu soal kasus bentrok tersebut.
Menurut dia, perkembangan kasus itu kini telah menjadi wewenang tim investigasi.
"Dari awal saya sudah bersepakat dengan Kapolri agar tidak ada yang beri statemen tentang hasil investigasi. Jika ada yang beri statement itu akan mengganggu objektivitas investigasi," kata Moeldoko.
Dia menegaskan, jika ada anggotanya yang melanggar aturan maka dia tak segan untuk mengumumkannya.
Bahkan, lanjut dia, jika perlu instansinya akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota itu.
"Kalau ada anggota nakal, kita umumkan nakal. Kalau perlu akan kita beri sanksi disiplin," kata dia.
Menurut dia, perkembangan kasus itu kini telah menjadi wewenang tim investigasi.
"Dari awal saya sudah bersepakat dengan Kapolri agar tidak ada yang beri statemen tentang hasil investigasi. Jika ada yang beri statemen itu akan mengganggu objektivitas investigasi," kata Moeldoko di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2014)
Dia menegaskan, jika ada anggotanya yang melanggar aturan maka dia tak segan untuk mengumumkannya.
Bahkan, lanjut dia, jika perlu instansinya akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota itu.
"Kalau ada anggota nakal, kita umumkan nakal. Kalau perlu akan kita beri sanksi disiplin," kata dia.
Dia mengaku masih fokus dalam mempersiapkan peringatan HUT TNI ke-69.
"Nanti setelah 7 Oktober saja. Saya masih fokus pada persiapan HUT TNI," kata Moeldoko di Markas Koarmatim, Dermaga Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2014).
Jenderal bintang empat itu mengingatkan, agar semua pihak tidak memberikan keterangan terlebih dahulu soal kasus bentrok tersebut.
Menurut dia, perkembangan kasus itu kini telah menjadi wewenang tim investigasi.
"Dari awal saya sudah bersepakat dengan Kapolri agar tidak ada yang beri statemen tentang hasil investigasi. Jika ada yang beri statement itu akan mengganggu objektivitas investigasi," kata Moeldoko.
Dia menegaskan, jika ada anggotanya yang melanggar aturan maka dia tak segan untuk mengumumkannya.
Bahkan, lanjut dia, jika perlu instansinya akan mengambil tindakan tegas terhadap anggota itu.
"Kalau ada anggota nakal, kita umumkan nakal. Kalau perlu akan kita beri sanksi disiplin," kata dia.
(dam)