Ini Susunan Kabinet Jokowi-JK Versi Intrans

Rabu, 24 September 2014 - 20:16 WIB
Ini Susunan Kabinet Jokowi-JK Versi Intrans
Ini Susunan Kabinet Jokowi-JK Versi Intrans
A A A
JAKARTA - Institute for Transformation Studies (Intrans) merilis nama-nama yang dianggap layak menjadi menteri dalam kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla mendatang.

Nama-nama tersebut dimasukkan ke dalam 34 kementerian, mengacu kepada jumlah pos yang telah disebutkan Jokowi belum lama ini. Selain itu, Intrans juga memasukkan calon Jaksa Agung dan Kapolri.

Direktur Eksekutif Intrans Saiful Haq menjelaskan, pihaknya menggunakan beberapa tahap dan metode untuk menghasilkan nama calon menteri. Yaitu riset media, analisa polling, pendalaman kriteria serta figur dengan dengan menggelar focus group discussion (FGD) dengan ahli, dan analisis kecenderungan pilihan berdasarkan kriteria, isu, dan figur.

Demikian disampaikan Saiful saat memaparkan temuannya dalam acara bertajuk “Menakar Kabinet Trisakti Jokowi-JK” di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2014).

Juga hadir sebagai pembicara Direktur Utama PT Gendhis Multi Manis Kamajaya, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Bambang Setiaji dan Pokja Lembaga Kepresidenan Rumah Transisi Jokowi-JK Wandy Tutoroong.

Kamajaya dan Bambang diundang karena sama-masuk nominasi yang masing-masing sebagai Menteri Pertanian dan Agraria dan Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi.

Lebih jauh, Saiful menjelaskan, dalam analisa polling ini, pihaknya mengacu pada Kabinet Alternatif Usulan Rakyat, Kabinet Rakyat, Kabinet Indonesia Hebat, dan seleksi menteri yang digelar sebuah media. Mereka juga mencocokkan figur tersebut dengan kriteria yang telah disebutkan Jokowi di banyak kesempatan.

"Banyak sekali nama yang masuk, namun Intrans memiliki kewajiban untuk menentukan nama-nama terbaik berdasarkan kriteria yang telah disebutkan oleh Jokowi. Karena nama dan kriteria adalah satu kesatuan yang bisa diukur sebagai bentuk konsistensi Jokowi dalam memenuhi janjinya, serta memenuhi ekpektasi masyarakat terhadap kepemimpinannya," tandasnya.

Sementara itu, Kamajaya berterimakasih dan cukup terkejut Intrans menempatkannya sebagai kandidat terkuat Menteri Agraria. Ketika ditanyai apa yang akan dilakukannya ketika kelak terpilih menjadi Menteri Agraria, Kamajaya menegaskan, kebijakan impor harus dipimpin dan ditentukan oleh Kementerian yang mengurusi produksi dalam negeri.

"Begitupun dengan ijin impor, hanya diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang menyerap produksi dalam negeri,” tegasnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1136 seconds (11.97#12.26)