Pesan Anas kepada Sang Ibu Jelang Vonis
Rabu, 24 September 2014 - 14:30 WIB
Pesan Anas kepada Sang Ibu Jelang Vonis
A
A
A
JAKARTA - Menjelang sidang vonis, Anas Urbaningrum berpesan kepada ibunya, Sriyati, untuk mengikhlaskan dirinya.
Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu meminta keluarganya tetap bersikap tenang dan mendoakan dirinya.
Permintaan Anas itu disampaikan melalui BlackBerry Messanger (BBM) kepada adiknya, Anna Luthfie.
"Anas berpesan kepada ibu (Sriyati) dan keluarga untuk ikhlas, tetap tenang dan terus berdoa," ujar Agus Nasrudin, kakak kandung Anas Urbaningrum ditemui di rumah Sriyati Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Rabu (24/9/2014).
Seusai jadwal, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan menjatuhkan putusan atas perkara korusi Anas Urbaningrum Rabu 24 September 2014 ini.
"Iya semua keluarga sudah tahu, termasuk ibu (Sriyati), kalau hari ini vonisnya Anas," kata Agus.
Agus mendadak ditunjuk sebagai juru bicara keluarga. Sebab Kholisul Fikri, adik bungsu Anas yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di DPRD Kabupaten Blitar tengah mengikuti orientasi dinas di Surabaya.
Sementara adiknya yang lain, yakni mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Anna Luthfie berada di Jakarta mendampingi Anas.
Tak heran, suasana rumah berarsitektur limas dengan cat warna oranye itu terlihat sepi. Pintu rumah utama terkunci rapat. Begitu juga dengan seluruh daun jendela.
Di ruang keluarga, sambil memantau siaran televisi, sekretaris Desa Ngaglik yang hari ini memutuskan izin dari pekerjaan tersebut menuturkan bahwa ibunya sedang bertandang ke rumah kerabat yang lain.
"Ibu (Sriyati) pergi sejak pagi. Ada urusan keluarga," katanya.
Oleh anak-anaknya, lanjut dia, Sriyati dihindarkan dari pemerintahan yang terkait Anas.
Kendati begitu, kata Agus, ibunda Anas terkadang masih menyempatkan diri mengikuti perkembangan perkara putranya itu.
"Namanya juga orang tua kepada anak, " ujar Agus.
Selain doa bersama yang digelar Selasa 23 September 2014 malam, kata Agus, keluarga tidak melakukan kegiatan yang bersifat khusus.
Agus berharap majelis hakim bisa bertindak adil. Sebab kasus menjerat adiknya lebih bertendensi politik dengan tujuan utama.
Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu meminta keluarganya tetap bersikap tenang dan mendoakan dirinya.
Permintaan Anas itu disampaikan melalui BlackBerry Messanger (BBM) kepada adiknya, Anna Luthfie.
"Anas berpesan kepada ibu (Sriyati) dan keluarga untuk ikhlas, tetap tenang dan terus berdoa," ujar Agus Nasrudin, kakak kandung Anas Urbaningrum ditemui di rumah Sriyati Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Rabu (24/9/2014).
Seusai jadwal, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta akan menjatuhkan putusan atas perkara korusi Anas Urbaningrum Rabu 24 September 2014 ini.
"Iya semua keluarga sudah tahu, termasuk ibu (Sriyati), kalau hari ini vonisnya Anas," kata Agus.
Agus mendadak ditunjuk sebagai juru bicara keluarga. Sebab Kholisul Fikri, adik bungsu Anas yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di DPRD Kabupaten Blitar tengah mengikuti orientasi dinas di Surabaya.
Sementara adiknya yang lain, yakni mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Anna Luthfie berada di Jakarta mendampingi Anas.
Tak heran, suasana rumah berarsitektur limas dengan cat warna oranye itu terlihat sepi. Pintu rumah utama terkunci rapat. Begitu juga dengan seluruh daun jendela.
Di ruang keluarga, sambil memantau siaran televisi, sekretaris Desa Ngaglik yang hari ini memutuskan izin dari pekerjaan tersebut menuturkan bahwa ibunya sedang bertandang ke rumah kerabat yang lain.
"Ibu (Sriyati) pergi sejak pagi. Ada urusan keluarga," katanya.
Oleh anak-anaknya, lanjut dia, Sriyati dihindarkan dari pemerintahan yang terkait Anas.
Kendati begitu, kata Agus, ibunda Anas terkadang masih menyempatkan diri mengikuti perkembangan perkara putranya itu.
"Namanya juga orang tua kepada anak, " ujar Agus.
Selain doa bersama yang digelar Selasa 23 September 2014 malam, kata Agus, keluarga tidak melakukan kegiatan yang bersifat khusus.
Agus berharap majelis hakim bisa bertindak adil. Sebab kasus menjerat adiknya lebih bertendensi politik dengan tujuan utama.
(dam)