BNP2TKI Bantah Rapat di KPK Bahas Pemerasan TKI
Selasa, 09 September 2014 - 14:29 WIB
BNP2TKI Bantah Rapat di KPK Bahas Pemerasan TKI
A
A
A
JAKARTA - BNP2TKI bantah rapat yang digelar di KPK membahas kasus pemerasan 18 oknum terhadap TKI di Bandara Soekarno-Hatta.
Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur mengatakan, untuk kasus tersebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Mabes Polri, untuk memproses hukum.
"Oh itu silakan ke Bareskrim yang tahu," ujar Gatot di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
Terkait rapat bersama dengan tim gabungan yang dihadiri UKP4, Mabes Polri dan utusan kementerian dan lembaga lain di Gedung KPK, Gatot mengaku secara khusus, tidak membahas masalah pemerasan tersebut.
"Secara fokus tidak (dibahas). Jadi dari 19 rencana aksi 38 plan actionnya itu BNP2TKI hanya bertanggung jawab untuk empat saja," ungkapnya.
Dia menambahkan, rapat yang dihadiri tim gabungan tersebut, atas undangan dari Unit Kerja Presiden bidang pengawasan dan pengendalian Pembangunan (UKP4) menyoal pelaksanaan pengawasan terhadap masalah TKI.
"Karena mungkin di sana (UKP4) ruangannya enggak ada, maka dialihkan di sini (KPK). Tapi besok di UKP4," pungkasnya.
Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur mengatakan, untuk kasus tersebut pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Mabes Polri, untuk memproses hukum.
"Oh itu silakan ke Bareskrim yang tahu," ujar Gatot di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
Terkait rapat bersama dengan tim gabungan yang dihadiri UKP4, Mabes Polri dan utusan kementerian dan lembaga lain di Gedung KPK, Gatot mengaku secara khusus, tidak membahas masalah pemerasan tersebut.
"Secara fokus tidak (dibahas). Jadi dari 19 rencana aksi 38 plan actionnya itu BNP2TKI hanya bertanggung jawab untuk empat saja," ungkapnya.
Dia menambahkan, rapat yang dihadiri tim gabungan tersebut, atas undangan dari Unit Kerja Presiden bidang pengawasan dan pengendalian Pembangunan (UKP4) menyoal pelaksanaan pengawasan terhadap masalah TKI.
"Karena mungkin di sana (UKP4) ruangannya enggak ada, maka dialihkan di sini (KPK). Tapi besok di UKP4," pungkasnya.
(maf)