Lirik Generasi Sosmed, Golkar Enggan Dicap Partai Orang Tua
Minggu, 07 September 2014 - 14:59 WIB
Lirik Generasi Sosmed, Golkar Enggan Dicap Partai Orang Tua
A
A
A
JAKARTA - Partai Golkar mulai melirik 14 juta 'generasi Twitter, Facebook, dan Path'. Hal itu dilakukan supaya tidak dicap partai orang tua oleh generasi muda.
"Pada Pemilu 2019 nanti, jumlah generasi baru ini akan berlipat-lipat dari jumlah saat ini. Ini harus dibaca oleh Partai Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso saat memaparkan visi-misinya dalam Diskusi Panel Nasional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar di Yogyakarta, Minggu (7/9/2014).
Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, Golkar tidak boleh terpaku pada basis-basis tradisional, tapi harus membuka pintu terhadap para generasi muda.
"Kita harus berani bertindak dan bekerja (out of the box). Kita harus membuka lebar-lebar pintu partai bagi para generasi pembaharu-pembaharu muda di luar jalur ABG (ABRI/TNI, Birokrasi dan civil society yang terhimpun di Golkar)," kata Priyo.
Generasi yang dimaksud Priyo, adalah generasi yang lahir dari gemblengan organisasi-organisasi kepemudaan, BEM, LSM, aktivis pers, profesional muda.
Strategi ini, kata Priyo, upaya untuk menghindari stigmatisasi Partai Golkar sebagai 'Partai Cap Orang Tua'. Hal itu sebagai sindiran bahwa Golkar teropinikan sebagai kumpulan para orang tua.
"Golkar akan semakin diperkaya sumber-sumber kader potensial yang bisa ditugaskan partai di seluruh tingkatan jenjang kepemimpinan di pusat dan daerah," tukasnya.
"Pada Pemilu 2019 nanti, jumlah generasi baru ini akan berlipat-lipat dari jumlah saat ini. Ini harus dibaca oleh Partai Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso saat memaparkan visi-misinya dalam Diskusi Panel Nasional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar di Yogyakarta, Minggu (7/9/2014).
Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan, Golkar tidak boleh terpaku pada basis-basis tradisional, tapi harus membuka pintu terhadap para generasi muda.
"Kita harus berani bertindak dan bekerja (out of the box). Kita harus membuka lebar-lebar pintu partai bagi para generasi pembaharu-pembaharu muda di luar jalur ABG (ABRI/TNI, Birokrasi dan civil society yang terhimpun di Golkar)," kata Priyo.
Generasi yang dimaksud Priyo, adalah generasi yang lahir dari gemblengan organisasi-organisasi kepemudaan, BEM, LSM, aktivis pers, profesional muda.
Strategi ini, kata Priyo, upaya untuk menghindari stigmatisasi Partai Golkar sebagai 'Partai Cap Orang Tua'. Hal itu sebagai sindiran bahwa Golkar teropinikan sebagai kumpulan para orang tua.
"Golkar akan semakin diperkaya sumber-sumber kader potensial yang bisa ditugaskan partai di seluruh tingkatan jenjang kepemimpinan di pusat dan daerah," tukasnya.
(kri)