Demokrat Klaim Hanya Rezim SBY Berani Tersangkakan Menteri
Kamis, 04 September 2014 - 15:34 WIB
Demokrat Klaim Hanya Rezim SBY Berani Tersangkakan Menteri
A
A
A
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipaksa mencopot sejumlah menterinya karena menjadi tersangka korupsi. Hal itu terjadi berulang kali selama 10 memimpin pemerintahan.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, hanya di Rezim SBY, presiden berani menjadikan menteri sebagai tersangka. Sementara di rezim sebelumnya, tidak pernah ada.
"Mana ada, di era siapa ada tiga menteri menjadi tersangka," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
Dia mengatakan, bisa saja melalui kuasanya Presiden SBY menutupi perilaku menterinya yang terjerat korupsi. Namun, komitmen awal SBY akan pemberantasan korupsi membuat dia urung melakukan hal itu.
"Ini karena komitmen beliau (SBY). Ini karena masyarakat bisa ikut mengontrol, media juga," ungkapnya.
Ditambahkan dia, sejak awal Partai Demokrat memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi. Sehingga, menteri aktif pun bisa dicopot jika terjerat kasus korupsi.
"Jadi bukan berarti ada kesengajaan memilih (menteri). Masing-masing memilih," tandasnya.
Setidaknya sudah tiga menteri terancam menjadi penghuni hotel prodeo karena diduga terlibat korupsi selama SBY memerintah. Ketiga menteri itu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng, Menteri Agama Suryadharma Ali dan terakhir Menteri ESDM Jero Wacik.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf, hanya di Rezim SBY, presiden berani menjadikan menteri sebagai tersangka. Sementara di rezim sebelumnya, tidak pernah ada.
"Mana ada, di era siapa ada tiga menteri menjadi tersangka," kata Nurhayati di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (4/9/2014).
Dia mengatakan, bisa saja melalui kuasanya Presiden SBY menutupi perilaku menterinya yang terjerat korupsi. Namun, komitmen awal SBY akan pemberantasan korupsi membuat dia urung melakukan hal itu.
"Ini karena komitmen beliau (SBY). Ini karena masyarakat bisa ikut mengontrol, media juga," ungkapnya.
Ditambahkan dia, sejak awal Partai Demokrat memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi. Sehingga, menteri aktif pun bisa dicopot jika terjerat kasus korupsi.
"Jadi bukan berarti ada kesengajaan memilih (menteri). Masing-masing memilih," tandasnya.
Setidaknya sudah tiga menteri terancam menjadi penghuni hotel prodeo karena diduga terlibat korupsi selama SBY memerintah. Ketiga menteri itu mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng, Menteri Agama Suryadharma Ali dan terakhir Menteri ESDM Jero Wacik.
(kri)