Rekam Jejak Rezim SBY-Boediono Versi Bamsoet
Minggu, 31 Agustus 2014 - 15:28 WIB
Rekam Jejak Rezim SBY-Boediono Versi Bamsoet
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) merekam sejumlah peristiwa penting di masa Pemerintahan SBY-Boediono.
Bamsoet merekam sejumlah catatan Pemerintahan SBY-Boediono dalam bukunya Indonesia Gawat Darurat.
Sejumlah tokoh hadir dalam diskusi bedah buku tersebut. Bamsoet mengatakan, buku tersebut setebal 1.000 halaman.
"Saya mencatat berbagai peristiwa yang belangsung sejak SBY-Boediono sejak dilantik 2009. Buku ini merupakan rekam jejak kepemimpinan SBY-Boediono," kata Bambang di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (31/8/2014).
Hadir dalam diskusi tersebut yakni mantan Ketua MK Mahfud MD, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, mantan Ketua Umum PP Muhammaddiyah Syafii Maarif, pengamat politik Siti Zuhro, Tjipta Lesmana, M Qodari.
Buku ini kata Bamsoet dimaksudkan, sebagai kado pemerintahan mendatang. "Agar belajar dari sejarah dan tidak mengulang kesalahan dari pemerintahan, tidak ada pujian karena fungsi saya sebagai pengawas sebagai anggota DPR, saya punya kewajiban. Buku ini isinya kritik. Buku ini tinta merah kepemiminan SBY-Boediono," tukasnya.
Bamsoet merekam sejumlah catatan Pemerintahan SBY-Boediono dalam bukunya Indonesia Gawat Darurat.
Sejumlah tokoh hadir dalam diskusi bedah buku tersebut. Bamsoet mengatakan, buku tersebut setebal 1.000 halaman.
"Saya mencatat berbagai peristiwa yang belangsung sejak SBY-Boediono sejak dilantik 2009. Buku ini merupakan rekam jejak kepemimpinan SBY-Boediono," kata Bambang di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (31/8/2014).
Hadir dalam diskusi tersebut yakni mantan Ketua MK Mahfud MD, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, mantan Ketua Umum PP Muhammaddiyah Syafii Maarif, pengamat politik Siti Zuhro, Tjipta Lesmana, M Qodari.
Buku ini kata Bamsoet dimaksudkan, sebagai kado pemerintahan mendatang. "Agar belajar dari sejarah dan tidak mengulang kesalahan dari pemerintahan, tidak ada pujian karena fungsi saya sebagai pengawas sebagai anggota DPR, saya punya kewajiban. Buku ini isinya kritik. Buku ini tinta merah kepemiminan SBY-Boediono," tukasnya.
(maf)