Perkarakan Komisioner Kompolnas, Langkah Polri Jadi Preseden Buruk
Selasa, 26 Agustus 2014 - 13:19 WIB
Perkarakan Komisioner Kompolnas, Langkah Polri Jadi Preseden Buruk
A
A
A
JAKARTA - Diperkarakannya Komisioner Kompolnas Adrianus Meliala lantaran melontarkan pernyataan yang menuding bahwa Reskrim Polri sebagai ATM bagi Polri dinilai sebagai preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.
Komisioner Kompolnas M Naseer mengatakan, selain Kompolnas juga ada berbagai pihak seperti media massa yang mengawal kinerja kepolisian selama ini. Akan menjadi preseden buruk jika kemudian pihak yang berposisi kritis dipolisikan.
"Itu yang sebetulnya kita agak gerah. Kemarin media besar menulis tujuh hal besar yang menjadi masalah ke depan. Tiga di antaranya menyangkut Polri. Kalau itu semua dipolisikan, tidak bagus juga," kata Naseer di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2014).
Menurut Naseer, pernyataan koleganya terkait Reskrim menjadi ATM adalah berdasarkan laporan yang masuk ke lembaganya, baik lisan maupun tulisan.
"Pengaduan begitu banyak dari berbagai pihak, termasuk anggota Polri. Kami hampir terima pengaduan setiap hari. Beliau barangkali menyitir pengaduan-pengaduan itu. Dan itu tertulis," kata dia.
Saat ditanya apakah seluruh aduan yang masuk ke Kompolnas sudah terverifikasi, Naseer mengatakan pihaknya belum sempat melakukan verifikasi mengingat terbatasnya personel Kompolnas.
"Memang sebenarnya butuh juga verifikasi. Tapi kalau isu (yang dilaporkan) sama, kenapa tidak kita anggap sebagai satu paradigma yang perlu kita dalami. Dan sebenarnya tidak ada statemen bahwa seluruh anggota (kepolisian) sebagai ATM," imbuh dia.
Komisioner Kompolnas M Naseer mengatakan, selain Kompolnas juga ada berbagai pihak seperti media massa yang mengawal kinerja kepolisian selama ini. Akan menjadi preseden buruk jika kemudian pihak yang berposisi kritis dipolisikan.
"Itu yang sebetulnya kita agak gerah. Kemarin media besar menulis tujuh hal besar yang menjadi masalah ke depan. Tiga di antaranya menyangkut Polri. Kalau itu semua dipolisikan, tidak bagus juga," kata Naseer di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2014).
Menurut Naseer, pernyataan koleganya terkait Reskrim menjadi ATM adalah berdasarkan laporan yang masuk ke lembaganya, baik lisan maupun tulisan.
"Pengaduan begitu banyak dari berbagai pihak, termasuk anggota Polri. Kami hampir terima pengaduan setiap hari. Beliau barangkali menyitir pengaduan-pengaduan itu. Dan itu tertulis," kata dia.
Saat ditanya apakah seluruh aduan yang masuk ke Kompolnas sudah terverifikasi, Naseer mengatakan pihaknya belum sempat melakukan verifikasi mengingat terbatasnya personel Kompolnas.
"Memang sebenarnya butuh juga verifikasi. Tapi kalau isu (yang dilaporkan) sama, kenapa tidak kita anggap sebagai satu paradigma yang perlu kita dalami. Dan sebenarnya tidak ada statemen bahwa seluruh anggota (kepolisian) sebagai ATM," imbuh dia.
(kri)