Anas Bilang Nazaruddin Bohong Soal Perintah Bakar Dokumen
Senin, 25 Agustus 2014 - 15:29 WIB
Anas Bilang Nazaruddin Bohong Soal Perintah Bakar Dokumen
A
A
A
JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut, pernah diperintahkan Anas Urbaningrum untuk membakar dokumen terkait kasus proyek pembangunan Gedung Olahraga di Bukit Hambalang, Bogor.
Nazaruddin mengatakan, perintah itu diterimanya setelah Mindo Ronalina Manulang (Rosa) ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) medio April 2011 lalu. Dokumen yang diminta dibakar adalah keuangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Fraksi Partai Demokrat dan kantong-kantong bisnis terkait.
"Habis Kongres Demokrat iya (diperintahkan bakar). Mas Anas bilang hapus semua data," kata Nazar saat bersaksi untuk Anas di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2014).
Namun keterangan ini dibantah dengan tegas oleh Anas Urbaningrum. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini mengaku tidak pernah memerintahkan Nazaruddin untuk membakar dokumen dimaksud.
"Bohong lagi, saya baca dari kesaksian Eva tidak seperti itu. Begini loh, kalau rekan-rekan mengikuti pertanyaan hakim itu sudah bisa membaca apa maknanya. Saya enggak mengerti hukum saja bisa membaca apa maknanya," tegas Anas ketika persidangan diskors.
Bahkan, Anas menyebut Nazaruddin sudah sering mengeluarkan pernyataan tidak benar. "Makanya bahwa Nazar itu tukang dusta bin bohong," cetusnya.
Nazaruddin mengatakan, perintah itu diterimanya setelah Mindo Ronalina Manulang (Rosa) ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) medio April 2011 lalu. Dokumen yang diminta dibakar adalah keuangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Fraksi Partai Demokrat dan kantong-kantong bisnis terkait.
"Habis Kongres Demokrat iya (diperintahkan bakar). Mas Anas bilang hapus semua data," kata Nazar saat bersaksi untuk Anas di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (25/8/2014).
Namun keterangan ini dibantah dengan tegas oleh Anas Urbaningrum. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini mengaku tidak pernah memerintahkan Nazaruddin untuk membakar dokumen dimaksud.
"Bohong lagi, saya baca dari kesaksian Eva tidak seperti itu. Begini loh, kalau rekan-rekan mengikuti pertanyaan hakim itu sudah bisa membaca apa maknanya. Saya enggak mengerti hukum saja bisa membaca apa maknanya," tegas Anas ketika persidangan diskors.
Bahkan, Anas menyebut Nazaruddin sudah sering mengeluarkan pernyataan tidak benar. "Makanya bahwa Nazar itu tukang dusta bin bohong," cetusnya.
(kur)