TNI Komitmen Kawal Pesta Demokrasi Hingga Usai
Kamis, 21 Agustus 2014 - 10:21 WIB
TNI Komitmen Kawal Pesta Demokrasi Hingga Usai
A
A
A
JAKARTA - Proses persidangan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014 telah memasuki babak akhir.
Hari ini, Kamis (21/8/2014) Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan membacakan amar putusan atas sengketa hasil Pilpres 2014 yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pada pukul 14.00 WIB.
Berkaitan dengan hal itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, TNI akan selalu berkomitmen untuk mengawal dan menjaga jalannya pesta demokrasi di Indonesia hingga seluruh tahapannya usai.
"Hingga dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Oktober nanti, TNI berkomitmen akan terus mengawal," kata Moeldoko di sela-sela apel gelar pasukan di lapangan parkir Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014).
Dalam kesempatan itu, Moeldoko mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi perkembangan yang ada. Selain itu, TNI meminta masing-masing pendukung menahan diri dan tetap mendahulukan kepentingan bamgsa dan negara.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar menghormati konstitusi dan keputusan yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi," tandas Moeldoko.
Hari ini, Kamis (21/8/2014) Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan membacakan amar putusan atas sengketa hasil Pilpres 2014 yang diajukan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, pada pukul 14.00 WIB.
Berkaitan dengan hal itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, TNI akan selalu berkomitmen untuk mengawal dan menjaga jalannya pesta demokrasi di Indonesia hingga seluruh tahapannya usai.
"Hingga dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden pada bulan Oktober nanti, TNI berkomitmen akan terus mengawal," kata Moeldoko di sela-sela apel gelar pasukan di lapangan parkir Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/2014).
Dalam kesempatan itu, Moeldoko mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dalam menyikapi perkembangan yang ada. Selain itu, TNI meminta masing-masing pendukung menahan diri dan tetap mendahulukan kepentingan bamgsa dan negara.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar menghormati konstitusi dan keputusan yang ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi," tandas Moeldoko.
(maf)