Pengamanan MK Siaga Satu Dinilai Terlalu Berlebihan

Rabu, 20 Agustus 2014 - 15:58 WIB
Pengamanan MK Siaga...
Pengamanan MK Siaga Satu Dinilai Terlalu Berlebihan
A A A
JAKARTA - Pengetatan pengamanan jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden pada Kamis, 21 Agustus besok dianggap sangat berlebihan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Tantowi Yahya, menganggap penetapan status siaga I dalam pengamanan Gedung MK berlebihan. Sebab, kondisi di lapangan kegaiatan masyarakat berjalan normal dan aman-aman saja.

"Kami rasa, penetapan siaga satu ini, terlalu berlebihan. Soalah-olah negara dalam keadaan genting dan terancam. Padahal, kegiatan masyarakat di bawah biasa saja dan berjalan wajar apa adanya," kata Tantowi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/8/2014).

Wakil Ketua Komisi I DPR ini mengaku, kondisi siaga satu yang diterapkan Polri terlalu dramatisir. Sebab, seolah-olah terjadi adanya gangguan keamanan.

"Kami tidak melihat adanya kelompok tertentu, yang mencoba memantik kericuhan pasca putusan MK besok. Jadi pemerintah sendirilah, yang dibayang-bayangi ketakutan, akan adanya gejolak keamanan, pasca putusan MK besok. Jadi santai saja lah," paparnya

Tantowi mendesak, Polri dapat memberikan pandangan yang bersifat menyejukkan situasi dan menjamin keamanan. Sehingga, masyarakat tidak panik karenanya, terkait tarikan situasi putusan MK dalam sengketa pilpres ini.

"Mestinya pemerintah malah bersikap untuk membangun kondisi yang kondusif, ciptakan rasa aman. Tidak sebaliknya, mendramatisir keadaan, seolah negara dalam keadaan genting," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Hakim MK Dapat Rompi...
Hakim MK Dapat Rompi Anti Peluru kecuali Anwar Usman
Deretan Tokoh yang Mengajukan...
Deretan Tokoh yang Mengajukan Diri Jadi Amicus Curiae MK
Bawaslu Lutim Sosialisasi...
Bawaslu Lutim Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
MK dan Mantan Terpidana
MK dan Mantan Terpidana
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Berita Terkini
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved