Polri Berkomitmen Cegah Penyebaran Paham ISIS di Indonesia
Selasa, 19 Agustus 2014 - 15:11 WIB
Polri Berkomitmen Cegah Penyebaran Paham ISIS di Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkomitmen terus mencegah penyebaran paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia.
"Kita lebih galakkan pencegahan jangan sampai banyak yang terpengaruh pada paham ISIS. Masalahnya semua mengetahui, kan sekarang serba terbuka enggak ada lagi yang bisa ditahan. Bagaimana daya tahan masyarakat kita terhadap ajakan paham ISIS ini bisa kita hindari," ungkap Karo Penmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Boy mengaku, upaya pencegahan tersebut dilakukan agar masyarkat tak mudah percaya dan ikut menjadi anggota ISIS. "Jangan sampai makin banyak yang terpengaruh dan berangkat dalam konteks ikut dalam konflik di sana (Suriah). Kan sayang sia-sia masyarakat kita kalau harus ikut dalam kegiatan itu," tegasnya.
Namun, Boy menyatakan, pihaknya akan melakukan upaya tegas dengan penindakan hukum kepada tokoh ISIS yang berasal dari kelompok radikal atau berafiliasi dengan teroris di Indonesia.
"Kalau upaya hukum terhadap mereka yang terindikasi jaringan teror sudah jelas pasti akan ada penangkapan. Karena ini berkaitan dengan masalah terorisme yang sudah terungkap seperti di Bekasi, Pak AAM (Afif Abdul Majid). Dia sudah jelas memang ada aktivitasnya pelatihan teror di Aceh dan terindikasi penyebarluasan paham ISIS," paparnya.
Sementara terkait pengawasan Polri terhadap tiga kantong ISIS di Indonesia, Boy mengaku, pihaknya menggalakkan fungsi intelijen dan membangun jaringan komunikasi dengan masyarakat.
"Itu salah satu upaya untuk mendeteksi ruang gerak dari kelompok teror yang ada di masyarakat, kan mereka berbaur. Masyarakat tanpa menyadari bahwa di tengah mereka ada yang melakukan aktivitas teror. Itulah pelibatan luas masyarakat yang dikedepankan," tutup jenderal polisi bintang satu itu.
"Kita lebih galakkan pencegahan jangan sampai banyak yang terpengaruh pada paham ISIS. Masalahnya semua mengetahui, kan sekarang serba terbuka enggak ada lagi yang bisa ditahan. Bagaimana daya tahan masyarakat kita terhadap ajakan paham ISIS ini bisa kita hindari," ungkap Karo Penmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Boy mengaku, upaya pencegahan tersebut dilakukan agar masyarkat tak mudah percaya dan ikut menjadi anggota ISIS. "Jangan sampai makin banyak yang terpengaruh dan berangkat dalam konteks ikut dalam konflik di sana (Suriah). Kan sayang sia-sia masyarakat kita kalau harus ikut dalam kegiatan itu," tegasnya.
Namun, Boy menyatakan, pihaknya akan melakukan upaya tegas dengan penindakan hukum kepada tokoh ISIS yang berasal dari kelompok radikal atau berafiliasi dengan teroris di Indonesia.
"Kalau upaya hukum terhadap mereka yang terindikasi jaringan teror sudah jelas pasti akan ada penangkapan. Karena ini berkaitan dengan masalah terorisme yang sudah terungkap seperti di Bekasi, Pak AAM (Afif Abdul Majid). Dia sudah jelas memang ada aktivitasnya pelatihan teror di Aceh dan terindikasi penyebarluasan paham ISIS," paparnya.
Sementara terkait pengawasan Polri terhadap tiga kantong ISIS di Indonesia, Boy mengaku, pihaknya menggalakkan fungsi intelijen dan membangun jaringan komunikasi dengan masyarakat.
"Itu salah satu upaya untuk mendeteksi ruang gerak dari kelompok teror yang ada di masyarakat, kan mereka berbaur. Masyarakat tanpa menyadari bahwa di tengah mereka ada yang melakukan aktivitas teror. Itulah pelibatan luas masyarakat yang dikedepankan," tutup jenderal polisi bintang satu itu.
(kri)