Tokoh ISIS Jatim Diduga Jadi Penganjur Jihad ke Suriah
Selasa, 19 Agustus 2014 - 14:28 WIB
Tokoh ISIS Jatim Diduga Jadi Penganjur Jihad ke Suriah
A
A
A
JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sedang mendalami tokoh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Saifudin Umar alias Abu Fida, yang diduga sebagai penganjur warga negara Indonesia (WNI) untuk berjihad ke Suriah.
"Kita masih mendalami terus. Dia (Saifudin) bukan orang yang memberangkatkan tapi penganjur," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Boy mengatakan, Saifudin sudah satu tahun terakhir menjadi tokoh ISIS dan menganjurkan anggotanya untuk berangkat ke Suriah.
"Dalam satu tahun terakhir karena ISIS lebih berkembang pada 2013 seiring dengan pergolakan di Timur Tengah. Dampaknya baru dirasakan 2013 di kita dan ada keterkaitan dengan kelompok jaringan teror yang memang sengaja melakukan ajakan itu. Kemudian juga dalam misi teror mengajak di lingkungan jaringan teror sendiri untuk dukung ISIS," paparnya.
Saat disinggung soal identitas empat WNI yang meninggal di Suriah, Boy mengaku sudah mengantonginya. Namun, dia belum bisa membeberkan nama anggota ISIS tersebut.
"Nama sudah dapat tapi kepastiannya belum. karena kita belum tahu jenazahnya dibawa kemana. Tapi yang jelas ada info meninggal empat orang. Ada yang dari NTB ada satu, dan Jawa ada satu. Laki laki semua. Duanya belum diketahui," jelas Boy.
Polri, lanjut Boy, akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mendata identitas anggota ISIS yang berangkat ke Suriah.
"Namanya sudah ada tapi belom dapat info detail, karena berangkatnya enggak lapor sama kita, jadi tidak tahu. Perlu ada kerja sama dengan imigrasi yang menjangkau kemana dia pergi dan bisa saling bekerja sama imigrasi sesama negara," tutupnya.
Perlu diketahui, Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap terduga teroris bernama Saifudin Umar alias Abu Fida. Warga Sidotopo Lor 70 A, Surabaya, Jawa Timur tersebut diduga terkait beberapa aksi terorisme dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Penangkapan dilakukan pada Kamis 14 Agustus 2014, di Jalan Hidayatulloh tepatnya Jalan Kejawan Putih, Tambak 6/1, Surabaya.
Saifudin terlibat dalam penyembunyian daftar pencarian orang (DPO) teroris dr Azhari dan Nurdin M Top, pada tahun 2002. Kemudian, juga terlibat menyembunyikan DPO An M Hidayah @ Dayah (asal Medan) tahun 2012.
Selain itu, tersangka juga mengetahui perencanaan bom bunuh diri di Mapolres Poso, pada 3 Juni 2013 dan menampung jaringan teroris Santoso (Poso), seperti Galih Aji Satria alias Mbah Marijan dan Arif Budi Setiawan, Guntur Amuntai dan Kardi (yang tertangkap di Ngawi).
Dia juga tokoh ISIS yang dituakan di Jawa Timur, berperan sebagai pembicara dalam acara deklarasi ISIS di Solo, Surabaya dan Malang bersama dengan tersangka Afif Abdul Majid.
Terakhir, terlibat perekrutan jaringan dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya untuk aktif dalam kegiatan penggalangan dana Suriah dalam rangka mendukung ISIS.
"Kita masih mendalami terus. Dia (Saifudin) bukan orang yang memberangkatkan tapi penganjur," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/8/2014).
Boy mengatakan, Saifudin sudah satu tahun terakhir menjadi tokoh ISIS dan menganjurkan anggotanya untuk berangkat ke Suriah.
"Dalam satu tahun terakhir karena ISIS lebih berkembang pada 2013 seiring dengan pergolakan di Timur Tengah. Dampaknya baru dirasakan 2013 di kita dan ada keterkaitan dengan kelompok jaringan teror yang memang sengaja melakukan ajakan itu. Kemudian juga dalam misi teror mengajak di lingkungan jaringan teror sendiri untuk dukung ISIS," paparnya.
Saat disinggung soal identitas empat WNI yang meninggal di Suriah, Boy mengaku sudah mengantonginya. Namun, dia belum bisa membeberkan nama anggota ISIS tersebut.
"Nama sudah dapat tapi kepastiannya belum. karena kita belum tahu jenazahnya dibawa kemana. Tapi yang jelas ada info meninggal empat orang. Ada yang dari NTB ada satu, dan Jawa ada satu. Laki laki semua. Duanya belum diketahui," jelas Boy.
Polri, lanjut Boy, akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mendata identitas anggota ISIS yang berangkat ke Suriah.
"Namanya sudah ada tapi belom dapat info detail, karena berangkatnya enggak lapor sama kita, jadi tidak tahu. Perlu ada kerja sama dengan imigrasi yang menjangkau kemana dia pergi dan bisa saling bekerja sama imigrasi sesama negara," tutupnya.
Perlu diketahui, Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah menangkap terduga teroris bernama Saifudin Umar alias Abu Fida. Warga Sidotopo Lor 70 A, Surabaya, Jawa Timur tersebut diduga terkait beberapa aksi terorisme dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
Penangkapan dilakukan pada Kamis 14 Agustus 2014, di Jalan Hidayatulloh tepatnya Jalan Kejawan Putih, Tambak 6/1, Surabaya.
Saifudin terlibat dalam penyembunyian daftar pencarian orang (DPO) teroris dr Azhari dan Nurdin M Top, pada tahun 2002. Kemudian, juga terlibat menyembunyikan DPO An M Hidayah @ Dayah (asal Medan) tahun 2012.
Selain itu, tersangka juga mengetahui perencanaan bom bunuh diri di Mapolres Poso, pada 3 Juni 2013 dan menampung jaringan teroris Santoso (Poso), seperti Galih Aji Satria alias Mbah Marijan dan Arif Budi Setiawan, Guntur Amuntai dan Kardi (yang tertangkap di Ngawi).
Dia juga tokoh ISIS yang dituakan di Jawa Timur, berperan sebagai pembicara dalam acara deklarasi ISIS di Solo, Surabaya dan Malang bersama dengan tersangka Afif Abdul Majid.
Terakhir, terlibat perekrutan jaringan dari kalangan mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya untuk aktif dalam kegiatan penggalangan dana Suriah dalam rangka mendukung ISIS.
(kri)