Saksi Ungkap Skenario Lengserkan Anas dari Demokrat
Senin, 18 Agustus 2014 - 12:24 WIB
Saksi Ungkap Skenario Lengserkan Anas dari Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Mantan tenaga ahli Muhammad Nazarudin di DPR, Nuril Anwar mengungkap detik-detik pelarian M Nazaruddin ke Singapura di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Nuril mengatakan, pada tanggal 23 Mei 2011 Nazaruddin pernah menemui Ketua DPR Marzuki Alie sebelum pergi ke Singapura.
Nuril bersaksi untuk mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, terdakwa perkara gratifikasi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
"Pada saat Rosa ditangkap, dia (Nazar) gusar dan memutuskan menghadap Marzuki Alie sore-sore jam 3-an sampai sore. Berangkatnya Isya (malam) lah," kata Nuril di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Dalam pertemuan itu, Nuril mendengar Nazaruddin mengancam menghancurkan Partai Demokrat jika tidak dibantu. Saat itu Nazar sudah mulai gelisah.
Nazaruddin ahirnya pergi ke Singapura, pada saat itu Komunikasi Nuril belum putus dengan suami Neneng Sri Wahyuni, pasalnya berkomunikasi melalui telepon atau BlackBerry Messenger (BBM).
"Dia sampaikan, Ril (Nuril) Pak Anas sudah tidak komit. Jadi kita adakan KLB (Kongres Luar Biasa)," kata dia.
Nuril mengatakan, jika Anas sudah lengser maka dia mau menjadikan Marzuki Alie sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. "Dia mau Marzuki Alie menjadi ketum (ketua umum). Saya dijanjikan posisi penting dipartai," kata dia.
Anas langsung mendalami keterangan saksi Nuril mengenai agenda Nazaruddin menjatuhkan dirinya. Saat itu Anas mengaku mendapat serangan politik saat rakernas Partai Demokrat di Sentul.
"Menjelang rakernas, ada beberapa kali serangan dilancarkan ke saya termasuk skype (pernyataan melalui dunia maya), saksi tahu?" tanya Anas ke Nuril.
Nuril mengatakan memang ada skenario busuk yang dilancarkan kepada Anas, pasalnya sudah di-setting dari Singapura.
"Ketika Skype itu dengan Iwan Pilliang itu memang sudah dirancang dengan sangat rapi. Itu memang skenario untuk menjatuhkan mas Anas dari ketum," tutur Nuril.
Baca: Ini Kata Marzuki Soal Rencana Pelengseran Anas
Nuril mengatakan, pada tanggal 23 Mei 2011 Nazaruddin pernah menemui Ketua DPR Marzuki Alie sebelum pergi ke Singapura.
Nuril bersaksi untuk mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, terdakwa perkara gratifikasi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang.
"Pada saat Rosa ditangkap, dia (Nazar) gusar dan memutuskan menghadap Marzuki Alie sore-sore jam 3-an sampai sore. Berangkatnya Isya (malam) lah," kata Nuril di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Dalam pertemuan itu, Nuril mendengar Nazaruddin mengancam menghancurkan Partai Demokrat jika tidak dibantu. Saat itu Nazar sudah mulai gelisah.
Nazaruddin ahirnya pergi ke Singapura, pada saat itu Komunikasi Nuril belum putus dengan suami Neneng Sri Wahyuni, pasalnya berkomunikasi melalui telepon atau BlackBerry Messenger (BBM).
"Dia sampaikan, Ril (Nuril) Pak Anas sudah tidak komit. Jadi kita adakan KLB (Kongres Luar Biasa)," kata dia.
Nuril mengatakan, jika Anas sudah lengser maka dia mau menjadikan Marzuki Alie sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. "Dia mau Marzuki Alie menjadi ketum (ketua umum). Saya dijanjikan posisi penting dipartai," kata dia.
Anas langsung mendalami keterangan saksi Nuril mengenai agenda Nazaruddin menjatuhkan dirinya. Saat itu Anas mengaku mendapat serangan politik saat rakernas Partai Demokrat di Sentul.
"Menjelang rakernas, ada beberapa kali serangan dilancarkan ke saya termasuk skype (pernyataan melalui dunia maya), saksi tahu?" tanya Anas ke Nuril.
Nuril mengatakan memang ada skenario busuk yang dilancarkan kepada Anas, pasalnya sudah di-setting dari Singapura.
"Ketika Skype itu dengan Iwan Pilliang itu memang sudah dirancang dengan sangat rapi. Itu memang skenario untuk menjatuhkan mas Anas dari ketum," tutur Nuril.
Baca: Ini Kata Marzuki Soal Rencana Pelengseran Anas
(hyk)