Demo di MK, Emosi Massa Pro Prabowo Hampir Terpancing
Jum'at, 15 Agustus 2014 - 18:06 WIB
Demo di MK, Emosi Massa Pro Prabowo Hampir Terpancing
A
A
A
JAKARTA - Aksi ribuan pendukung dan simpatisan Prabowo-Hatta dalam mengawal sidang sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di depan Mahkamah Konstitusi (MK), diwarnai ketegangan.
Pasalnya, ada puluhan perwakilan simpatisan Prabowo-Hatta yang ingin masuk ke dalam Gedung MK ditahan oleh polisi di depan gedung MK.
Seperti pantauan Sindonews di lokasi, sekitar pukul 16.45 WIB, melihat perwakilan Prabowo-Hatta ditahan polisi, koordinator aksi dari Laskar Merah Putih melobi Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo.
Setelah melobi yang cukup alot, akhirnya ada 10 perwakilan simpatisan Prabowo-Hatta yang diizinkan masuk. Sementara pada waktu yang bersamaan, seorang simpatisan Prabowo-Hatta dari Gardu Prabowo, melakukan aksi pembakaran.
Seorang simpatisan berbaju safari cokelat itu telah membakar foto Ketua Komisioner KPU Husni Kamil Manik dan kardus-kardus bekas air mineral.
Melihat aksi pembakaran tersebut, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Hendro Pandowo bersama beberapa orang polisi langsung berusaha memadamkan api tersebut.
Hendro dan beberapa polisi langsung menginjak-injak kardus yang terbakar sambil melontarkan senyuman ke arah massa. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik juga berusaha meredam emosi massanya. Ia mengimbau agar seluruh simpatisan Prabowo-Hatta tidak terprovokasi.
"Saudara-saudara sekalian jangan sampai terprovokasi. Saya minta aksinya tertib. Jangan sampai kemenangan kita yang tinggal selangkah lagi ternodai oleh provokator," kata Taufik menenangkan massa di depan Gedung MK, Jumat (15/8/2014).
Mendengar imbauan tersebut, massa pro Prabowo yang terdiri dari beberapa elemen organisasi, di antaranya Aliansi Penyelamat Pemilu (APP), Gerakan Rakyat Dukung (Gardu) Prabowo, Pemuda Panca Marga, dan FKPPI, langsung tenang.
Lantas, massa segera ikut memadamkan api yang tersulut dari kardus air mineral sambil menyanyikan lagu anti provokasi. "Hati-hati, hati-hati provokasi," teriak massa aksi.
Pasalnya, ada puluhan perwakilan simpatisan Prabowo-Hatta yang ingin masuk ke dalam Gedung MK ditahan oleh polisi di depan gedung MK.
Seperti pantauan Sindonews di lokasi, sekitar pukul 16.45 WIB, melihat perwakilan Prabowo-Hatta ditahan polisi, koordinator aksi dari Laskar Merah Putih melobi Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Hendro Pandowo.
Setelah melobi yang cukup alot, akhirnya ada 10 perwakilan simpatisan Prabowo-Hatta yang diizinkan masuk. Sementara pada waktu yang bersamaan, seorang simpatisan Prabowo-Hatta dari Gardu Prabowo, melakukan aksi pembakaran.
Seorang simpatisan berbaju safari cokelat itu telah membakar foto Ketua Komisioner KPU Husni Kamil Manik dan kardus-kardus bekas air mineral.
Melihat aksi pembakaran tersebut, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Hendro Pandowo bersama beberapa orang polisi langsung berusaha memadamkan api tersebut.
Hendro dan beberapa polisi langsung menginjak-injak kardus yang terbakar sambil melontarkan senyuman ke arah massa. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik juga berusaha meredam emosi massanya. Ia mengimbau agar seluruh simpatisan Prabowo-Hatta tidak terprovokasi.
"Saudara-saudara sekalian jangan sampai terprovokasi. Saya minta aksinya tertib. Jangan sampai kemenangan kita yang tinggal selangkah lagi ternodai oleh provokator," kata Taufik menenangkan massa di depan Gedung MK, Jumat (15/8/2014).
Mendengar imbauan tersebut, massa pro Prabowo yang terdiri dari beberapa elemen organisasi, di antaranya Aliansi Penyelamat Pemilu (APP), Gerakan Rakyat Dukung (Gardu) Prabowo, Pemuda Panca Marga, dan FKPPI, langsung tenang.
Lantas, massa segera ikut memadamkan api yang tersulut dari kardus air mineral sambil menyanyikan lagu anti provokasi. "Hati-hati, hati-hati provokasi," teriak massa aksi.
(maf)