Yulianis Sebut Penyitaan Dokumen di Rumah Anas Aneh

Kamis, 14 Agustus 2014 - 20:17 WIB
Yulianis Sebut Penyitaan...
Yulianis Sebut Penyitaan Dokumen di Rumah Anas Aneh
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis mengungkap, keanehan dokumen proyek Permai Group yang disita penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari rumah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, yang punya hubungan erat dengan pengkapan Yulianis, 13 Juni 2010.

Fakta itu disampaikan Yulianis saat dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, sebagai saksi sidang lanjutan terdakwa Anas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Awalnya, anggota JPU Ahmad Burhanuddin mencoba mendalami komputer Yulianis yang ada di kantor Permai Group yang sudah disita KPK. Di dalam komputer tersebut ada satu folder khusus, “AU”.

Burhanuddin kemudian menanyakan perihal dua hal tersebut. “Komputer saudara saksi pernah disita KPK? Di dalamnya ada folder “AU”? Kenapa bisa ada?,” tanya Burhanuddin.

Dari sinilah, Yulianis dengan lugas, tenang, dan lancar menuturkan alasannya serta menghubungkannya dengan dokumen yang disita KPK dari rumah Anas yang ditanyakan kepada Rosa pada kesempatan sidang yang sma.

Yulianis menuturkan, ketika ada masalah atau chaos dia berkeinginan menemui Anas. Kemudian dia mencari nomor orangnya Anas.

“13 Juni 2010 saya dapat janji jam 3 sore oleh orangnya Mas Anas, Mas Azis mau ketemu,” ungkap Yulianis di depan majelis hakim.

Saat itu tutur Yulianis, dia sedang dikejar-kejar oleh Nazaruddin dan KPK. Karenanya dia melarikan diri. Yulianis kemudian menuturkan alasan kenapa dia lari dari KPK?.

“Karena di KPK itu ada orangnya Pak Nazar. Tetapi pada jam 8 pagi itu saya ditangkap KPK. Jadi saya tidak sempat ketemu dengan Pak Anas. Padahal saya sudah janji dengan Mas Azis," tuturnya.

"Jadi folder (AU) itu rencananya saya mau kopikan (serahkan) ke orangnya Mas Anas, termasuk yang list panjang ditemukan di rumah Pak Anas yang tadi Bapak (JPU Burhanuddin) tanyakan ke Rosa (Mindo Rosalina Manula). List panjang itu list support saya,” paparnya.

Saat ditangkap itu, Yulianis langsung menyatakan keberatan dengan sejumlah orang di KPK. Termasuk beberapa penyidik. Untuk kepentingan keamanan Yulianis tidak mau menyebutkan nama-nama orang tersebut.

Karenanya Yulianis langsung diisolasi penyidik di Hotel Alson, Senen. Hanya empat orang tutur Yulianis yang bisa menemuinya. Tiga di antaranya penyidik bernama Sigit, Arif, Novel Baswedan.

“Ada petinggi (KPK) yang saya sebut di hari pertama (saya ditangkap dan diisolasi). Yang saya bilang itu orangnya Pak Nazar. Setelah itu barang saya diambil sama KPK termasuk list support itu (tadi),” ungkapnya.

Yulianis masih melanjutkan cerita soal list support-nya yang berada di komputernya, yang ternyata disebut sudah disita KPK dari rumah Anas.

Dia menuturkan, dari tempat pengasingannya, secara tiba-tiba dia menonton program Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne.

Di dalam tayangan, anggota Komisi III Fraksi PPP Ahmad Yani memegang list support tersebut. Karena kaget, Yulianis langsung menyampaikan keberatannya kepada KPK, kenapa barang yang disita itu keluar dari KPK.

“Saya langsung bicara ke Pak Sigit dan Pak Arif kenapa list support saya ada di Pak Yani. Itu juga saya sudah tuangkan di BAP,” bebernya.

Kesaksian Yulianis itu membuat penasaran JPU Burhanuddin. Dia langsung menyela dengan pertanyaan alasan yang bersangkutan ingin menemui Anas. Yulianis menegaskan dia tidak mengenal Anas.

“Karena Pak Nazar bilang Pak Anas tidak akan bisa menolong saya. Makanya mau ketemu Mas Anas,” ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved