Kasus di Papua Bukti Ada Pelanggaran Pilpres
Kamis, 14 Agustus 2014 - 13:38 WIB
Kasus di Papua Bukti Ada Pelanggaran Pilpres
A
A
A
JAKARTA - Tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menilai kasus pilpres di Papua menunjukkan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu nyata.
Kuasa hukum Prabowo-Hatta, Didi Supriyanto menuturkan, pelanggaran itu terlihat dalam fakta persidangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Dalam persidangan, keterangan KPU di Kabupaten Dogiyai, Papua, dengan Pengawas Pemilu setempat berseberangan.
"Papua itu ada dua pertentangan yang diametral antara KPU dengan Bawaslu," kata Didi usai sidang di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (14/8/2014).
Adapun pertentanbgan itu terlihat dari sikap Bawaslu Provinsi Papua yang menilai rekomendasinya tidak dijalankan KPU Dogiyai.
Rekomendasi itu antara lain untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di dua distrik (kecamatan) yakni Mapia Tengah dan Mapia Barat.
Atas hal tersebut, tim kuasa hukum Prabowo-Hatta akan menghadirkan saksi untuk memperkuat pengaduan dugaan pelanggaran tersebut."Di situ (Papua) tidak ada pemilihan tapi ada hasil. Masak suara kita nol," ujarnya.
Kuasa hukum Prabowo-Hatta, Didi Supriyanto menuturkan, pelanggaran itu terlihat dalam fakta persidangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Dalam persidangan, keterangan KPU di Kabupaten Dogiyai, Papua, dengan Pengawas Pemilu setempat berseberangan.
"Papua itu ada dua pertentangan yang diametral antara KPU dengan Bawaslu," kata Didi usai sidang di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Rabu (14/8/2014).
Adapun pertentanbgan itu terlihat dari sikap Bawaslu Provinsi Papua yang menilai rekomendasinya tidak dijalankan KPU Dogiyai.
Rekomendasi itu antara lain untuk melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di dua distrik (kecamatan) yakni Mapia Tengah dan Mapia Barat.
Atas hal tersebut, tim kuasa hukum Prabowo-Hatta akan menghadirkan saksi untuk memperkuat pengaduan dugaan pelanggaran tersebut."Di situ (Papua) tidak ada pemilihan tapi ada hasil. Masak suara kita nol," ujarnya.
(dam)