Prabowo Siap Hadirkan Puluhan Ribu Saksi
Rabu, 06 Agustus 2014 - 13:44 WIB
Prabowo Siap Hadirkan Puluhan Ribu Saksi
A
A
A
JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap untuk menghadirkan puluhan ribu saksi beserta bukti kecurangan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
"Kita sudah merasakan semua sebetulnya. Kalau ada waktu kita hadirkan puluhan ribu saksi, dan saya telah meminta seluruh saksi untuk buat testimoni, tertulis dan video," tutur Prabowo di ruang sidang MK, Rabu (6/8/2014).
Menurut dia, kecurangan pada pilpres sudah terlihat sebelum pelaksanaan. "Dalam proses prapelaksanaan (pemungutan suara), masalah daftar pemilih tetap (DPT) menjadi sangat kunci," tuturnya.
Menurut dia, duetnya bersama Hatta Rajasa yang didukung tujuh partai politik besar. Dukungan itu menjadi modal utama publik menilai pemenang pilpres.
Dari tujuh partai koalisi tersebut, kata dia, Prabowo-Hatta bisa meraup suara sebesar 62% suara. Hitungan tersebut mengacu pada perolehan masing-masing partai koalisi jika digabung pada pemilu legislatif.
Kendati demikian, kata dia, lantaran pemilu presiden dinilai tidak berjalan jujur dan adil maka kecurangan pilpres yang diduga juga dilakukan penyelenggara membuat hasilnya kurang memuaskan.
Dia mengatakan, jika akhirnya MK menolak gugatannya maka dirinya akan menghargai dan menghormati keputusan tersebut.
Namun dia mengingatkan agar aturan pemilu tetap harus ditaati oleh semua pihak untuk perkembangan demokrasi Indonesia.
"Seandainya pun kalau tdak bisa diterima di sidang ini, harus kita beri pembelajaran kepada bangsa Indonesia tentang pentingnya kejujuran dalam berdemokrasi," tuturnya.
"Kita sudah merasakan semua sebetulnya. Kalau ada waktu kita hadirkan puluhan ribu saksi, dan saya telah meminta seluruh saksi untuk buat testimoni, tertulis dan video," tutur Prabowo di ruang sidang MK, Rabu (6/8/2014).
Menurut dia, kecurangan pada pilpres sudah terlihat sebelum pelaksanaan. "Dalam proses prapelaksanaan (pemungutan suara), masalah daftar pemilih tetap (DPT) menjadi sangat kunci," tuturnya.
Menurut dia, duetnya bersama Hatta Rajasa yang didukung tujuh partai politik besar. Dukungan itu menjadi modal utama publik menilai pemenang pilpres.
Dari tujuh partai koalisi tersebut, kata dia, Prabowo-Hatta bisa meraup suara sebesar 62% suara. Hitungan tersebut mengacu pada perolehan masing-masing partai koalisi jika digabung pada pemilu legislatif.
Kendati demikian, kata dia, lantaran pemilu presiden dinilai tidak berjalan jujur dan adil maka kecurangan pilpres yang diduga juga dilakukan penyelenggara membuat hasilnya kurang memuaskan.
Dia mengatakan, jika akhirnya MK menolak gugatannya maka dirinya akan menghargai dan menghormati keputusan tersebut.
Namun dia mengingatkan agar aturan pemilu tetap harus ditaati oleh semua pihak untuk perkembangan demokrasi Indonesia.
"Seandainya pun kalau tdak bisa diterima di sidang ini, harus kita beri pembelajaran kepada bangsa Indonesia tentang pentingnya kejujuran dalam berdemokrasi," tuturnya.
(dam)