Di Hadapan Hakim MK, Prabowo Mengaku Tersakiti

Rabu, 06 Agustus 2014 - 11:15 WIB
Di Hadapan Hakim MK,...
Di Hadapan Hakim MK, Prabowo Mengaku Tersakiti
A A A
JAKARTA - Calon Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 berjalan tidak jujur dan tidak adil.

Prabowo mengungkapkan kondisi pilpres yang semacam itu telah menyakiti dirinya beserta para pendukung.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang perdana sengketa Pilpres.

"Intinya adalah prosesnya dan ini menjadi sangat kunci. Karena itu kami yang didukung oleh partai besar merasa sangat tersakiti dengan praktik-praktik penyimpangan, ketidakjujuran dan ketidakadilan yang diperlihatkan dalam pilpres 2014 ini," tutur Prabowo di ruang sidang MK, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Prabowo yang duduk diapit calon wakilnya Hatta Rajasa, tim kuasa hukum dan tim pendukung lainnya mengatakan pilpres yang seharusnya dilaksanakan secara jujur dan adil, ternyata antidemokrasi.

Dia mengungkapkan selama mengabdi kepada bangsa, telah memiliki komitmen kuat terhadap demokrasi. Namun Prabowo mengaku justru selalu disudutkan. "Saya dituduh kudeta, diktator, tapi di hadapan rakyat Indonesia saya buktikan komitmen saya pada demokrasi. Saya ikut pemilu sudah tiga kali, saya bangun partai dari nol, dan sekarang kita dihadapkan pada pemerkosaan atas hak-hak demokrasi," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved