PDIP Anggap Informasi WikiLeaks Fitnah

Kamis, 31 Juli 2014 - 19:33 WIB
PDIP Anggap Informasi...
PDIP Anggap Informasi WikiLeaks Fitnah
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo menyesalkan adanya pemberitaan tanpa fakta, sebagaimana ditujukan ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut Tjahjo, pemberitaan berdasarkan informasi tak jelas dari WikiLeaks tersebut adalah, rangkaian dari upaya mention kepercayaan rakyat terhadap Joko Widodo (Jokowi) selaku Presiden terpilih yang diusung oleh PDIP dan koalisinya.

"Sebagai Presiden kelima yang telah membidani lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibu Mega tahu pemberitaan yang disampaikan WikiLeaks selain tidak berdasar, juga sama sekali tidak benar," kata Tjahjo, kepada SINDO, Kamis (31/7/2014).

Menurut Tjahjo, harus dipahami pada tahun 1999 Megawati belum menjadi presiden, sehingga sama sekali tidak mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan pencetakan uang yang dilakukan oleh RBA Securities dan Note Printing Australia tersebut. (Baca: SBY Klarifikasi Berita WikiLeaks dan Sindonews)

Karenanya, kata dia, adanya perintah khusus yang dilakukan oleh pemerintah Australia yang meminta keamanan nasional, agar melakukan perlindungan dan tidak melaporkan masalah tersebut juga dinilai sebagai sesuatu hal yang tidak relevan, mengingat apa yang dituduhkan sama sekali tidak benar. "Selain itu, memang tidak ada hal-hal yang perlu disembunyikan," ujarnya. (Baca: SBY Minta Australia Luruskan Info WikiLeaks)

PDIP, kata Tjahjo, menganggap persoalan tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di dalam pemalsuan beberapa website, yang kesemuanya itu sebagai sesuatu hal yang mencoba mengurangi bobot dukungan suara rakyat yang diberikan kepada Jokowi.

"Ibu Megawati pun menjadi sasaran ikutan. Karena itulah semua pihak hendaknya tidak mudah termakan berbagai macam isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Atas berbagai hal yang terjadi yang bisa dibaca untuk menurunkan kredibilitas Megawati dan Jokowi tersebut, maka PDIP memastikan bahwa berbagai isu yang tidak bertanggung jawab tersebut hanyalah ekses yang muncul di tahun politik 2014 ini.
(maf)
Berita Terkait
Oknum Pejabat Arogan,...
Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Sindir Pejabat Korup...
Sindir Pejabat Korup Banyak Gimik, Mahfud MD: Baru Keluar Penjara Sudah Pidato Perangi Koruptor
Parlemen Vietnam Tetapkan...
Parlemen Vietnam Tetapkan Vo Van Thuong sebagai Presiden Baru
Firli Bahuri Heran Ketangkap...
Firli Bahuri Heran Ketangkap KPK Bilangnya Apes
KPK Sayangkan Masih...
KPK Sayangkan Masih Ada Pejabat yang Korupsi
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
79% Netizen Anggap Kenaikan...
79% Netizen Anggap Kenaikan Utang Negara sebagai Beban
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved