Bawaslu Klaim Tak Ada Kecurangan di DKI Jakarta
Kamis, 24 Juli 2014 - 12:42 WIB
Bawaslu Klaim Tak Ada Kecurangan di DKI Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengklaim dugaan kecurangan pemilu presiden (pilpres) di DKI Jakarta tidak pernah terbukti. Termasuk dugaan sebanyak 5.802 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dipermasalahkan kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Buktinya tidak ada. Cuma KPU DKI terlalu baik dengan melakukan pencermatan dan melakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang)," kata Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/7/2014).
Nelson melanjutkan, dari rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu DKI Jakarta sebanyak 16 TPS, kemudian dicermati ulang menjadi 13 TPS dilakukan PSU. Sementara sebanyak 5.802 TPS hanya direkomendasikan pencermatan ulang.
Dia menuturkan, sejak awal kedua kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sama-sama mengklaim dan mempersoalkan hasil penghitungan cepat (quick count) lembaga survei. Tetapi, belakangan bergeser soal hasil hitungan resmi (real count) KPU.
"Ngomong-ngomong intinya supaya penyelenggra pemilu semakin baik terutama integritasnya," ketusnya.
"Buktinya tidak ada. Cuma KPU DKI terlalu baik dengan melakukan pencermatan dan melakukan PSU (Pemungutan Suara Ulang)," kata Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/7/2014).
Nelson melanjutkan, dari rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu DKI Jakarta sebanyak 16 TPS, kemudian dicermati ulang menjadi 13 TPS dilakukan PSU. Sementara sebanyak 5.802 TPS hanya direkomendasikan pencermatan ulang.
Dia menuturkan, sejak awal kedua kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla sama-sama mengklaim dan mempersoalkan hasil penghitungan cepat (quick count) lembaga survei. Tetapi, belakangan bergeser soal hasil hitungan resmi (real count) KPU.
"Ngomong-ngomong intinya supaya penyelenggra pemilu semakin baik terutama integritasnya," ketusnya.
(kri)